November 02, 2009

Review Ruma Maida


"Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah..."

Kata-kata itu dalam dekade 66 sangat populer di jamannya dan sekarang berselang 43 tahun kata-kata itu seolah dibangkitkan kembali oleh sebuah karya Ayu Utami dan Teddy Soeriatmadja bernama "RUMA MAIDA". Sore kemarin tepat terputarnya di XXI dan 21 Cineplex gw dan pasangan akhirnya lebih memilih film itu dibandingkan dengan "This Is It".

Film ini bercerita tentang segala sesuatu yang bersinggungan dengan sejarah, sejarah keluarga, sejarah NKRI, sejarah sebuuah bangunan dan penciptaan sejarah untuk Maida.

Maida Manurung seorang guru sebuah rumah singgah yang mengajarkan pendidikan bagi anak2 jalanan pada sebuah bangunan tua yang bersejarah, hingga pada akhirnya bangunan tua tersebut harus dihancurkan karena ingin dibangun sebuah ruko oleh pengembang yang bernama Dassaad Muchlisin. Film ini berlaku 2 jaman, jaman di saat Maida harus mencari siapa pemilik rumah tua tersebut dan jaman dimana saat penempatan rumah tua itu pada jaman revolusi. Hingga pada akhirnya ini film menciptakan sejarah bagi kehidupan Maida dan rumah singgahnya.

Film ini memang sengaja menyentil kepedulian kita sebagai NKRI terhadap sejarah "perjuangan" dan pendidikan. Masih ingatkan kenapa RI 1 dan RI 2 pada saat kemerdekaan harus "bercerai" pada tahun 1956, di awali oleh perbedaan prinsip antara "Putra Sang Fajar" dan "Bapak Koperasi", Soekarno berpendapat bahwa kemerdekaan itu harus kita rebut sebelum mencapai "seberang" sedangkan Bung Hatta berpendapat bahwa sebelum mencapai seberang kita *baca:NKRI* harus berpendidikan. Ya awal mula perbedaan prinsip itulah yang menjadikan "Dwi Tunggal" tersebut pecah, Keduanya benar sekarang. Saat ini kita memang merdeka dari segala bentuk penjajahan bangsa lain tetapi belum merdeka dari segi "pendidikan" salah satunya.

"Sesuatu yang manis kita rayakan, sedangkan sesuatu yang pahit kita catat untuk tidak kita ulangi di masa depan...."

Nice qoute untuk NKRI tetap menganggap bahwa sejarah itu tetapa harus dicatat meski penuh darah sekalipun. Dan sekali lagi JAS MERAH "JANGAN PERNAH SEKALI-SEKALI MELUPAKAN SEJARAH".

Rekomen untuk bangsa ini tonton, sekedar membuang uang, sekedar mengetahui sejarah atau membangkitkan kembali jiwa SUMPAH PEMUDA..

4 comments:

Wijaya Kusumah said...

Ajak teman-teman guru lainnya utk bisa mengkuti blogshop kompasiana sabtu 14 Nov 2009. Silahkan buka bloggerbekasi.com

salam
omjay

retma-haripahargio said...

Enak nian jadi ABG, kerjaannya nonton mluluk. Sementara gw, emak2, harus puas nongkrongin AXN, itu pun disambi masak. :(

r 4 said...

@ mba retma : bbbbwwwwhahahahahaha...*terguling-guling dr XXI smpe Giant*.....abegong kaleeee...

@ pak Wijaya : siap pak guru...

dhodie said...

Film yang bagus...

saia paling ingat kutipan ini:
`Beginilah sejarah, yang baik kita rayakan dan yang buruk kita catat agar tidak terulang lagi`