Suatu hubungan itu memang dilihat manis-manis kecut, manis kalo lagi dateng kanegn dan gombal2nya. Tapi kecut pas lagi dateng egoisnya masing-masing, gak bisa dipersalahkan gw egois atau pasangan gw yang egois tapi riview lagi kita menjalani suatu hubungan itu pasti ada maksud dan tujuannya kan kalo suatu hubungan adalah jalan untuk membangun 1 atap diatas 2 perbedaan maka pada saat menjalankannya nanti itu bukan menjadi suatu hal yang dapat diributkan kembali.
Ya, ambil contoh aja deh hubungan gw dan pasangan secara gw gak pernah baca buku pak Dokter itu. Kadangssering gregetan ma si bunda kalo lagi dateng sensinya, gw tetap stay cool karena lagi2 tujuan dari semua ini itu apa.Walaupun kadang juga meledak karena gak tahan. Seringkali cuma gara gara masalah kecil.
Misal :
Bunda : Pas saat pulang kerja dan capek karena kerjaannya, dia cuma mesem dan kalo ditanya seadanya aja. Dan di saat yang bersamaan gw ngajak dia pergi kemana gitu *pergi dengan wajah lesu*.
Gw : Kalo emang kamu capek dan gak mau pergi kenapa gak ngomong? aku pikir kamu mau nemenin aku, dan jadiah pertengkaran.
Bunda : disaat lagi sedih dan punya masalah dia bisanya cuman diem dan nunjukin muka yang kaya gini (ditekuk, mata nanar, wajah pias, bibir kering, perut laper..sebenarnya lagi ada masalah ato gara2 OD yak?:-))
Gw: Kalo kamu punya masalah ya certain aja. Kalo kamu diam bisa aja aku berpikir kamu lagi pengen sendiri atau gak mau di ganggu, ya kan...
Bunda: "Maaf ya merepotkan kamu terus.."
Gw : kata-kata yang sebenarnya menghargai dan ucapan terima kasih kadang2 bikin gw meradang, kenapa karena apa yang gw lakukan tu semata-mata bukan karena mencari muka atau apa, tapi lebih dikarenakan gw tulus memberikannya.
Ya itu hanyalah segelintir contoh kecil yang selalu gw lewatkan dengan pasangan, ini belum di tahap nanti pada saat kita menikah, pastinya hal-ha kecil saja bisa menjadi batu sandungan untuk mencerai beraikan suatu pernikahan.
Bukannya ada perumpamaan, bahwa "sepeda motor itu jatuh bukan karena batu besar, tetapi karena kerikil kecil".
Intinya adalah bagaimana pada akhirnya kita bisa meminimalkan perselisihan, mengurai permasalahan dan yang pasti mempertebal kesabaran he..he..
Ada beberapa film yang bisa gw bilang itu menjadi spirit gw buat ngejalanin hubungan ini dan seterusnya nanti, film2 ini mungkin bisa buat inspired kalian, seperti :
1.
Marly and Me2.
Blind Dating3.
Perempuan Bekalung Sorban4. Ayat-ayat Cinta
5.
Just MarriedSekarang bukan lagi saat mengatakan apa yang gw mau, tapi coba dengan apa yang kita mau dari hubungan ini, komunikasi yang 2 arah bisa membuat kita saling memahami. Yang gw maksud di sini bicara secara dewasa, ungkapin apa yang mengganjal dan apa yang disukai atau tidak disukai dari perilaku pasangan. Syaratnya juga kita harus mendengarkan dan belajar memahami jalan pikiran pasangan kita.
Jangan cuma mendengarkan tetapi tidak memahami..
Jangan cuma memahami tetapi tidak mengerti dengan hati..
Dan jangan cuma mengerti dengan hati tetapi tidak menjalani..
Gw mengambil hikmah, sebesar apapun kekesalan kita sama pasangan, emosi yang kadang ditahan, sedikit bisa mereda bila kita berpikir bahwa kita memang mencintai dia dengan segala kelebihan dan kekurangannya, bahwa Tuhan telah mempertemukan kita untuk mengarungi kehidupan, bahwa kita telah memutuskan menikah atau akan menikah dan bersumpah atas nama Ya Rabb.
Mungkin kata-kata gw standard abies, tapi kalo kita mau mencerna memang itulah intinya. Ingat lagi tujuan kita hubungan ini untuk apa, ingat lagi kenapa akhirnya kita memutuskan menjadikan dia pasangan kita saat ini dan seterusnya nanti ingat lagi bahwa Qada Allah adalah yang terbaik buat kita (dan Allah tidak pernah salah).
For information, setiap sholat gw selalu berdoa agar hubungan ini berjalan selamanya hingga menjadi mawadah, sakinah, warahmah (amien). Memohon doa untuk kesabaran kita berdua dan memohon agar selalu diberi jalan keluar di setiap permasalahan.
Sori ya kalo cerita ini terkesan menggurui. Gue cuma mau shareaj kok, qeqeqeqqeq, pan udah lama gw gak nulis sebijak ini...
regrads,~r4~