September 14, 2010

Ya Sudahlah

Ibarat kata nih, dari tadi pagi gw udah niatan mau nulis barang 1 atau 2 baris aja sekedar menjaga ke-eksisan dan ke-narsisan diri gw ini. Nah tiba2 sampe didepan layar monitor pegang keyboard, mo apa yang gw tulis jadinya berantakan kacau balau gundah gulana semuanya.

Sebenarnya cuman pengen meng-kritisi apa yang lagi hangat-hangat T** A**M disekeliling kita saat ini yang kebetulan terjadi didaerah tempat tinggal gw yakni daerah Bekasi, kejadian yang terjadi sekitaran hari minggu kemarin saat masih dalam suasana suci dan mulia ternyata eh ternyata dinodai dengan kasus penusukan Pdt HKBP daerah Ciketing sana. Dan itu berita sempat menghebohkan warga Bekasi dan sekitarnya, gw disini pun gak mau menyalahkan siapa-siapa gw taulah kejadian penusukan itu ada maksud dan tujuannya dan pastinya juga ada hikmah dibelakang itu semua.

Sebelum lanjut ke pembahasan itu, gw mo iseng2 ngebahas iklan pembersih kaca yang udah sering ada di tipi2 yang bisa nginclongin kaca seperti tak berkaca, anggaplah kita sedang duduk dijendela depan rumah, diseberang jendela sana ada pemandangan indah berbarisnya jemuran-jemuran tetangga yang lagi dijemurin, awalnya kita pasti akan bilang "iiiihhh tuh jemuran kotor banget sih, gak bisa nyuci apa ya tuh orang..." ucap kita pada orang yang ada didalam rumah, hari esoknya pun sama kita melihat bahwa pakaian yang lagi dijemur itu masih tetap tidak bersih dan tetap kotor, hari ketiga berlalu dan kita pun masih mengomentari hal tersebut lalu pada hari ke empat tiba-tiba kita berucap seperti ini "naahh, pasti tuh orang udah tau cara nyuci yang bener deh, kan pakaiannya jadi terlihat bersih dan gak kotor lagi..." tanpa disengaja orang didalam rumah kita juga berucap "tadi tuh jendela abis dibersihin sama Clink, makanya keliatan bersih dan tanpa kaca kan...".

Paling gampang kan ya meng-kritisi orang, tetapi paling susah melihat keadaan sebelum kita mengkritisi, apapun keadannya kita adalah pemainnya mau menjadikan keadaan tersebut menjadi runyam maka hati dan pikiran kita pun akan memainkan peran yang negatif, tetapi pada saat kita melihat semuanya dengan positif maka kita akan tau lah hasilnya seperti apa.

Masih inget gak ya sama kasus kejadian Poso dan Ambon yang menyebabkan pembunuhan masal akibat perselisihan antar Muslim dan Kristen, awal mula tuh masalah adalah hal sepele tapi menyebar sampai kepada tragedi kemanusiaan tersebut. Poso yang gw tau adalah daerah yang paling bisa mengangkat derajat kerukunan umat beragama, ya Islam, Kristen, Budha, semuanya bebas melakukan ibadah tanpa tedeng aling2.

Kasus kemarin di Ciketing hampir sama faktornya yaitu merusak kerukunan umat beragama di NKRI ini, udah jelas2 Masjid Istiqlal aja yang buat orang Nasrani dan bersebelahan dengan Gereja Katedral, itu kan menunjukkan kalo NKRI ini legowo dengan segala perbedaan, gw memang bukan penganut faham Plularisme yang fanatik, dan gw juga bukan seorang Muslim yang fanatik tapi gw hanya punya 1 kata yang bakalan gw pegang untuk jalan hidup gw dan berteman dengan orang yang berbeda keyakinan dengan gw QS : Al-Kafirrun 6 "Lakum dinnukum wallyaddin...", yang artinya bagi mu agama mu, dan bagi ku agama ku.

Jelaskan, udahlah selama kita saling menghargai kebebasan bergama maka gak akan pernah ada lagi kok kejadian seperti kemarin ini, boleh mengkritisi seseorang tapi mbok ya kasih solusi dan jangan mengatasnamakan agama untuk menghakiminya.

~r4,20100914~

No comments: