Tuhan,
Katanya "orang-orang pintar" Kau tidak pernah tidur ya?
Padahal Engkau tidak makan, bukan.
Kalau aku sangat sangat susah tidur, Tuhan.
Kau tahu, kenapa ??
Karena aku kelaparan sejak kemarin sore,
Sudah banyak yang aku lakukan,
Mengangkat beras di pasar induk sana,
Mungutin botol-botol minuman untuk aku jual,
Sampai akhirnya aku meminta-minta didepan mesjid besar sana,
Namun uangnya lebih banyak ku tabungkan untuk membeli baju.
Tuhan,
Katanya "orang-orang pintar" Kau Maha melihat ya?
Berarti Engkau selalu melihat ku ketika aku kedinginan,
Selain kelaparan, aku juga ingin membeli baju,
Karena selama ini baju ku hanya yang menempel di kulitku ini,
Bila bau aku akan mencucinya, maka saat itu,
Aku akan menggigil kedinginan setiap kali baju ku di jemur.
Kau tahu Tuhan, kenapa sampai aku ingin baju baru?
Karena bukankah sebentar lagi lebaran?
Lebaran selalu identik dengan baju baru,
celana baru, sepatu baru, namun bukan
rasa keimanan yang baru.
Selain itu Tuhan, saat Ramadhan tiba,
Aku bisa lebih banyak menabung,
Tidak membeli makanan selama 30 hari,
Karena aku puasa, Tuhan.
Dan lagi pula Masjid-masjid, Musholla-musholla, dan Langgar-langgar
Biasanya kasih makanan gratis saat sahur maupun saat berbuka.
Tuhan,
Katanya "orang-orang pintar" Kau sayang kepada umat-Mu ya?
Kau selalu memberi rahmat kepada seluruh umat-Mu,
Baik umat-Mu yang taat maupun yang ingkar.
Kalau aku Tuhan, termasuk umat-Mu yang mana??
Aku tidak taat, tetapi aku juga tidak pernah melakukan hal yang berdosa,
Lalu kenapa aku masih belum bisa merasakan rahmat-Mu??
Ya, mungkin menurut aku kata "orang-orang pintar" itu salah,
Bahwa sebenarnya Engkau sedang "tertidur" saat aku berdoa,
Berdoa di dinginnya malam hari saat gema takbir mengumandang.
~r4,20100915~
No comments:
Post a Comment