Seorang lelaki bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang wanita sejati, karena wanita ku saat ini...
Sang Ibu tersenyum tanpa menyuruh anaknya melanjutkan ceritanya dan menjawab...
Wanita sejati bukanlah dilihat dari parasnya yang cantik, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya, terutama pasangannya....
Wanita sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lembut, tetapi dari sifatnya menjaga kebenaran.....
Wanita sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada pasangan disampingnya ...
Wanita sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia menghormati suaminya didalam rumah... �
Wanita sejati bukanlah dilihat dari lekuk tubuhnya, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...
Wanita sejati bukanlah dilihat dari banyaknya lelaki yang memujanya, tetapi komitmennya terhadap lelaki yang dicintainya tentang kesetiaan...
Wanita sejati bukanlah dilihat dari jumlah air mata yang diteteskannya, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan...
Wanita Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya mengucapkan "I love U", tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia ucapkan...
....setelah itu, ia kembali bertanya...
" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"
Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajari tenteng dia..." ia pun mengambil buku itu
"AISYAH RADIALLAHU ANHUM", judul buku yang tertulis di buku itu
"tidak anak ku, jangan engkau mencari yang persis sama seperti dia,karena engkau tak akan mendapatkannya......"
"terus maksud ibu apa?????" tanya sang anak
"saat ini engkau telah mendapatkan wanita sejati mu bukan......."
"maksud ibu, ia yang sekarang menjadi pasangan ku...." jawab sang anak yang dilanjutkan dengan anggukan sang ibu
"tapi ibu, aku tidak melihat Aisyah dalam dirinya...."
"Anak ku, jangalah engkau mencari yang seperti Aisyah.....tapi cintailah dia seperti Aisyah menjaga cinta Muhammad, dan Muhammad mengalah untuk Aisyah........"
"tapi.........." sang ibu lalu memotong pembicaraan anaknya
"tidak ada tetapi anak ku.......engkau tidak sempurna jadi untuk apa kamu mencari yang sempurna didalam dirinya, maafkan lah dia, sayangi lah dia, peluk lah dia disaat dia emosi karena mu, dan redakan emosi mu dengan mengingat kebaikannya. Niscaya kamu akan mendapatkan sayang mu kembali" jelas sang ibu panjang lebar
"terima kasih ibu, aku akan belajar lagi untuk lebih Sabar dan Ikhlas......itu kucinya kan Bu...." jawab sang anak dengan kedipan sang ibu.
No comments:
Post a Comment