May 02, 2008

kePada PasAnGan kU,,,

Ketika rasa ini mulai membuat sesuatu yang beda dari rasa yang sudah ada, apa kah aku salah untuk mendustainya. Aku memang sangat mencintainya tapi entah kenapa keindahan itu menyelinap di saat aku telah menjadi pasangannya.

Apakah aku harus menduakannya hanya untuk sekedar mendapatkan keindahan yang bagi ku ini adalah sungguh-sungguh keindahan, apakah aku dapat merasakan sesuatu yang aku rasa kurang dari dia yang sekarang, apakah aku bisa untuk menikmati setiap lekuk keindahanya pada setiap malamnya.

Aku mengetahui bahwa dia pasti akan terluka dan akan marah dengan pengakuan ku ini, aku juga mengerti bahwa aku akan membuatnya kecewa ketika aku dengan sengaja membuat pernyataan ini.

Aku tidak mau melanggar janji yang telah di saksikan oleh MUSHAF sebagai wali kamu berdua, aku tidak mau ditertawakan oleh para malaikat ku jika aku tidak melakukan ini dan anak2 ku akan mencontoh aku, seandainya dan seandainya aku belum meng-Ijab dia sebagai pasangan ku mungkin aku tidak menemukan rasa untuk menduakannya tapi kenapa di saat aku sudah berjanji kepada-NYA aku harus merasakan keinginan untuk menduakannya.

Tapi aku tidak bisa untuk tidak menduakannya, dosa yang pernah aku lakukan pun tidak akan sebanding bila dibandingkan dengan keinginan yang akan sedang melanda hari-hari ku saat ini. Aku tidak mau dianggap pecundang oleh mereka nantinya jika aku hanya menuruti kesetiaann ku saja, aku tidak mau di lihat hanya sebelah mata oleh Yusuf A.S yang bisa menaklukkan beberapa wanita hanya dengan ketampanannnya.

Aku pasti bisa untuk setia......aaarrrrggghhhhhh,,,,,aku tidak bisa, aku harus mengatakan kepada mu wahai pasangan ku, kepada keluarga mu, kepada keluarga ku, dan khususnya kepada keluarga kecil kita. Bahwa aku akan menjadikan keluarga ini Sakinah Mawaddah Wa Rahmah hanya akan sia-sia jika aku hanya selalu memikirkannya hanya dalam khayalan ku.. Aku harus jujur pasangan ku.

Ketka aku jujur tolonglah engkau jangan memusuhi aku karena nafsu ini memuncak melewati nafsu pada saat malam pertama kita dahulu, ketika engkau mengatahui semua janganlah engakau mengangaap ku hina dan tidak halal lagi bagi mu.

Kepada pasangan ku izinkan aku untuk mengingatkan kamu untuk terus menjadi pasangan ku....
Kepada pasangan ku izinkan aku selalu membangunkan mu untuk tahajud bersama di sepertiga malam terakhir....
Kepada pasangan ku izinkan aku untuk memarahi jika 2,5% dari rezeki kita tidak kita berikan kepada yang HAK, ketika di saat kita FOYA maupun terjatuh....
Kepada Pasangan ku izinkan aku untuk menegurmu ketika kamu khilaf saat anak-anak kita tidak sholat tepat pada waktunya.....
Kepada pasangan ku izinkan aku sekedar mengucapkan Hamdalah pada saat kamu tetap setia menemani ku dengan segala ke-egoisan dan kekurang ku....

Karena hanya dengan itulah aku akan mengharap keindahan Surga-MU yang ingin aku bawa serta bersama anak dan pasangan ku kelak nantinya, rasa ingin menduakan mu adalah rasa cinta ku hanya kepada Surga-NYa yang IA janjikan kepada kita bersama nantinya jika aku bisa selalu menjadi pasangan mu dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Amin....

No comments: