" ya sudah........aku memang yang salah..........." Katanya pelan seraya Raya meninggalkannya sendiri dalam restoran yang mewah itu.
Seketika suasana restoran yang tadinya hangat dan romantis berubah menjadi sangat tidak nyaman bagi mereka berdua. Makan malam yang semula direncanakan sangat special ternyata hanyalah kepulan asap semangkuk soup yang sudah tidak terasa hangatnya dan nikmatnya lagi.
Hubungan yang baru terjalin lebih dari 1000 malam itu memang membedakan dua ciri khas Venus dan Mars dengan segala kepribadiannya, saat ini memang secara usia Raka lebih dewasa 3 tahun dibandingkan dengan Raya namun itu tidak menjadi kendala Raka untuk terus menyanyangi wanita yang akan segera ia jadikan bunda dari calon penerus mereka kelak.
"hhuuuuuuufffffffffff............" kepulan asap menthol keluar dari mulutnya yang sedang menikmati tenangnya kolam renang yang berada didalam restoran tersebut.
Kadang pria ini tak habis pikir dengan kesabarannya yang tidak pernah habis meladeni emosi sesaat dari pasangannya tersebut, masalah malam ini dibilang kecil pun tidak dan kalau memang di perinci dari masalahnya sebenarnya seharusnya dialah yang patutnya marah bukan malah dia yang diberikan amarah.
=======================================================================
"makasih ya....................." ucap Raya yang hendak masuk kerumahnya.
"sebentar beibs........." cegah Revo
Pria berkacamata ini memang sampai saat ini memang masih memanggil kata "beibs" kepada Raya, karena antara Raya dan Revo pun pernah menikmati panggilan sayang sejak mereka masih duduk di SMA kelas 1 hingga mencapai waktu yang memang lama sekitar 8 tahun mereka berhubungan dan akhirnya Raya yang memutuskan untuk tidak melanjutkannya.
"Kenapa Vo........"
"ga, ga kenapa-kenapa.....cuma pengen ngobrol aja dulu, leh kan???"
"mmmhhh....ngobrol apaan lagi.....??" tanya Raya
"ya ngobrol aj, ngobrol apa kek........" lanjut Revo
"lho bukannya tadi kita baru makan n nonton, trus biasanya jg YM2n n telp2n.....emang ada apa sih.....??" selidik Raya
"hehehhehe.........y udah deh, masuk sana......trims ya......"
"oke....C U......" Raya pun segera masuk kerumahnya.
"HAAAAHHHHHHH.............." nafas Raya terdengar sangat jelas dalam pembaringannya, lamunannya tiba-tiba segera kembali saat kejadian 10 tahun lalu saat pertama kalinya Revo menciumnya persis sama dengan kejadian seperti tadi.
Lalu ia segera melihat handphonenya, dan ternyata ada sekitar 15 sms dan 30 panggilan tak terjawab baik di GSMnya maupun di CDMAnya, dan kesemuanya dari Raka yang dari teng jam 1/2 5 sore sampai jam 1/2 9 malam yang hanya ingin mendengar kabar darinya.
"kamu dari mana aja Raya, jam 10 baru pulang........" sapaan sang ibu membuyarkan senyum simpulnya
"tadi sore Raka dari sini dan nungguin kamu hampir 3 jam, kamu di telepon ga diangkat-angkat di sms ga dibales-bales.....dari mana sayang..." sang ibu duduk disampingnya
Raya hanya sekedar senyum dan ikut duduk menemani ibunya.
"kamu udah dewasa sayang, ibu hanya bisa mengharapkan yang terbaik dari kamu dan pasangan kamu nantinya, ibu tau kamu lebih lama berhubungan dan Revo dibandingin sama Raka. Tapi selama itu juga kan kamu selalu mengeluh dengan semua, saat ini kamu dan Raka bukan hubungan seperti saat kamu SMA dulu......" sang ibu mencubit hidungnya Raya.
"duhhhhhh...........sakit bu.............."
"ibu cuma pesen, Raka sangat sayang sama kamu dan kamu juga sayang sama dia. Jangan kamu hancurin impian yang sedang kamu berdua bangun hanya karena kenangan masa SMA kamu, jangan bikin sesuatu menjadi kecurigaan. Kecurigaan itu pasti ada bahkan untuk hal yang belum kejadian sekalipun......"
"dduhhhhhhhh........ibu..........mulai deh,,,,,,aku sama Revo cuma temenan bu,itu aja kok................"
"bagi kamu temen, bagi Revo......?"lanjut sang ibu
"uuuhhhhhhhhhh..............tau aaahhhhhh bu.......aku mau tidur......" Raya segera membaringkan badannya dan tidak ingin melanjutkan pembahasan dengan ibunya itu.
"yooo....weeeeiiisss,,,,,,kamu udah besar, hati kecil kamu pasti tau semuanya..."
=======================================================================
Suara bebek menggetarkan handphonenya,
"bunda,aku jemput jam 7 ya....
miss U....."
dengan cepat Raya membalas sms dari prianya ini,
"okeh,,,jgn lp yg wangi y Yah...hehhehe
miss u 2...."
Sunday night, dengan ditemani lantunan dari suara khasnya Sting , Raka dan Raya segera meluncur kesalah satu Resto yang memang sudah di Reserve oleh Raka 2 hari sebelumnya, karena malam yang special ini adalah malam dimana pertama kalinya Raka mengucapkan kata "SAYANG" kepada wanita yang berada disebelahnya.
"Kemarin malam kamu kemana aj bun...??" tanya Raka dengan tetap konsentrasi ke jalan
"aku bis makan n nonton........." jawab Raya tenang,
"beeehhh,pantes di telpon n sms kagak dibales, sama ani n kusuma....."
"oooohhh,,,ehhhhhhh.....iya........" jawab Raya dengan raut muka kagetnya
"kenapa ga diangkat seh telepon aku or bales kek smsna......."
"duhhhhh, mau dibahas nih ceritanya............."
"ya abisnya aku bener-bener di cuekin semalem sama kamu,kasih kabar kek......" ucap Raka dengan nada sedikit kesal
"udahhhhh ahhhhh,,,,,,,aku males deh........."
"iya......iya..........sorryyy.........."
========================================================================
Sang bebek kembali menggetarkan meja makan mereka,
"beibs, kmrn trnyata ntu film kisah nyata loh, ak tdi
bca dkoran.....lg ap??"
Sender:
Revo
+62856234432
Sent:
08:25:19pm
30.01.2008
Raka segera mengembalikan handphone Raya dimeja, saat ini wanitanya sedang berada dikamar mandi, dan entah kebetulan atau memang sudah direncanakan-NYA bahwa ia harus membaca sms tersebut. Raka hanya bisa diam dan diam, genggaman garpu dan pisau untuk mengiris steak di hadapannya ia letakkan begitu saja. Seakan ada sebongkah daging besar yang sudah mendahului masuk sebelum ia mulai memakan steak kesukaannya, daging itu sangat besar hingga membuatnya sangat tersiksa dan tak bisa berucap sepatah pun.
"ko diem aja Yah,,,,,,,"
Sapaan Raya membuyarkan lamunnya,
"udah dari kamar mandinya........" hanya kata itu yang di ucapkannya
Raka mencoba meredam semua hal negatif yang telah masuk kedalam hati dan otaknya, dia mencoba menenangkan suasana dengan berusaha menelan irisan steak dan dinginnya basuhan tropical island yang diminumnya, tapi itu semua belum bisa menghilangkan sebongkah daging yang benar-benar telah membekas di kerongkongannya saat ini.
"tadi ada sms tuh , bun...." seketika ucapan itu keluar dari Raka
"dari siapa Yah.......?" tanya Raya yang tetap menikmati hidangan seafoodnya
"dari Revo........" sepatah kata namun membuat Raya segera memberhentikan kunyahan mulutnya dan mengambil handphonenya
Tiba-tiba suasana sangatlah hening,
"kamu kemarin malam pergi makan dan nonton sama dia, tapi ga kabarin aku??aku sms, aku telpon kamu anggap angin lalu...aku ganggu kali ya....." Raya hanya diam mendapatkan pernyataan seperti itu dari Raka
"aku ga permasalahin kamu keep contact sama dia, kamu masih sering telpon-telponan, di kantor kamu selalu YMn sama dia....aku ga permasalahin itu...."
"aku cuma mau kita saling jujur dan percaya itu aja bun, apa susahnya sih kasih tau aku kalau kamu mau pergi sama dia...Mungkin aku akan ngelarang atau mengijinkan kamu pergi tapi aku tahu terlebih dahulu bun, bukannya sekarang aku baru tahu...dan itupun lewat sms bukan dari kamu" ucap Raka masih dengan emosinya
"kalo emang kamu masih mau ngelanjutin hubungan sama dia ya udah.........." kata-kata itu tiba-tiba terucap dari mulut Raka
"maksud kamu apa.........................." ucap Raya dengan nada keras
"lho ko, jadi kamu yang marah.......???" tanya Raka
"ya maksud kamu apa ngomong kaya gitu, iya emang aku kemarin malam jalan sama dia itupun cuma sekedar jalan aja. kalo kamu telpon n sms karena memang aku ga denger ada sms dan kamu nelpon............."
"iya kalo aku nelpon pasti ga denger tapi waktu kita lagi jalan, kamu denger-denger aja tuh kalo ada telpon dan sms............" balas Raka tidak mau kalah
"emang ga denger AYAAAHHHH........trus kamu ga percaya sama aku..........." ucap Raya sedikit teriak
"aku percaya dan masih percaya, tapi kenapa sih dia masih gangguin hubungan kita dan kenapa kamu..................aaarrrgggghhhhhhhhhhhhhhhh..........tauuuuu lhaaa.....HAAAAHHHHHHHHHHHHHHH............" Raka mengambil nafas panjang supaya emosinya tidak mengakibatkan yang buruk
"ya udah TERSERAHHHHHHHHH KAMUUUUUUUUUUU..........." Rayapun bangkit dari kursinya
"kamu mau kemana.......?" tanya Raka panik
"aku pulang sendiri..........."jawab Raya
"ya udah maafin aku........aku salah..........."pinta Raka
"ga usah, aku mau pulang sendiri..................."kata Raya sekali lagi
========================================================================
Raka segera membayar bill yang memang telah tergeletak sedari tadi di mejanya, ia pun melanjutkan untuk segera pulang dan ingin segera berbaring dan merendam kepalanya yang penuh dengan ketidakjelasan.
Dalam kamarnya Raka benar-benar tidak bisa berpikir dengan tenang, apa memang ia pantas marah dan melarang Raya untuk berkomunikasi lagi dengan Revo, sedangkan ia tahu "semakin kita melarang pasangan kita semakin ia akan melanggarnya". Raka benar-benar tidak bisa memejamkan matanya, kepalanya serasa sangat pusing dan berat ia hanya memikirkan apa Raya akan marah ke dirinya sedangkan dia sudah bisa bersikap lebih ikhlas dan sabar untuk menghadapi masalah yang tadi.
"Ya Rabbi bila memang aku bukan calon suami, imam yang tepat untuknya tolong sadarkan aku dari rasa sayang ini karena aku sungguh dapat menerimanya seperti Engkau menerima segala dosa ku,,,,,"
"Ya Rabbi hapuskan segala emosi dalam hubungan ku hingga kelak aku akan memperistrinya, karena aku tahu sifat ku ini hanya menjadi bumerang bagi niat ku untuk menjadi imam yang shaleh dan tawakal untuk istri dan anak ku kelak...."
"Ya Rabbi ingatkanlah aku di kala egois ini menutupi rasa sayang yang telah ia berikan kepadaku, hingga aku hanya akan mengingat kebaikannya bukan keburukannya. Sperti Engkau yang selalu menerima taubat atas segala dosa ku...."
"Ya Rabbi, Ya Rabbi, Ya Rabbi..........Maafkan aku yang telah berkata kasar kepadanya hari ini......Maafkan khilaf ku yang telah menyakiti wanita yang telah menyanyangi ku dan pilihan-Mu......Maafkan aku......Maafkan aku......"
Setitik air mata membasahi doa yang Raka ucapkan sesaat sebelum ia terlelap dalam malam yang akan menjadi bagian dari malam-malam yang akan ia ciptakan nantinya bersama Raya kelak.
========================================================================
No comments:
Post a Comment