February 16, 2010

My Name is Khan

Persis sesuai dugaan tanggal 12 Feb ini si Shah Ruk Kan dan Kajol primier untuk film terbarunya yang berjudul "My Name is Khan" and i'm not terorist.


Setelah Kuch Kuch Hota Hai dan Slumdog *yang gw tau* ke 2 pelem itu yang dibilang sukses dipasaran, Kuch Kuch Hota Hai yang awal mulanya pelem India yang bikin gw sampe menitikkan air mata *buaya*, dan Slumdog yang gak sempet gw tonton. So, hanya Kuch Kuch Hota Hai yang bikin gw interest sama pelem buatan India.

Dan akhirnya pelem My Name is Khan berhasil nembus pasaran Hollywood, bermain di kota San Fransisco Rizvan Khan dan Mandira harus saling mencintai setelah dibeberapa scene Rizvan berhasil menaklukkan hatinya Mandira termasuk menklukkan hati kecilnya si Sammer (anak dari Mandira). Kehidupan mereka yang sangat berbeda keyakinan membuat hubungannya menjadi lebih seru dan saling menghargai, Mandira dengan agama Hindunya dan Rizvan dengan agama Islamnya tetapi itu tidak menimbulkan perpecahan dalam rumah tangga.

Masalah muncul setelah tragedi 9/11 dimana keluarga Razvan dan minoritas Islam lainnya harus menerima cemoohan dari warga U.S.A. Dan ketika Sam dan Reese berkelahi disinilah mulai klimaks dari masalahnya karena kejadian tersebut membuat Rizvan dan Mandira harus berpisah. Rizvan yang mempunyai penyakit "Asperger Sindrome" semacam Autis menerima kata-kata kasar dari istrinya dan harus memenuhi tuntutan dari Mandira apabila si Rizvan ingin kembali.

Berbulan-bulan Rizvan menyusuri kota-kota di Amerika hanya untuk bertemu Mr. President dan mengatakan. "Mr.President, My Name is Khan, and i'm not terorist". Banyak halangan dan rintangan yang dilalui sama si Rizvan ini dikarenakan Rizvan yang sangat taat kepada agamanya, ada scene dimana saat ia bertemu dengan muslim lainnya dan itu sudah waktunya untuk sholat, tapi apa kata muslim lainnya "berdoa harus melihat tempat...." dan di jawab sama Rizvan "berdoa tidak melihat tempat tapi kepada keyakinan kita terhadap apa yang kita percaya.." *kurang lebih gitu*.

Di pelem ini juga Rizvan membantu korban badai Katerina yang terjadi di Georgia yang dimana populasi sapinya lebih banyak daripada manusianya.

Secara keseluruhan pelem ini memang bikin gw tertawa terpingkal-pingkal, karena di beberapa scene saat seharusnya adegan marah atau sedih kelakukan dari si Rizvan malah bikin penonton tertawa.

Kalo untuk genre ini pelem gw lebih milih ke Drama Komedi, karena ya itu banyak adegan-adegan lucu yang bikin gw tertawa dibandingkan mengeluarkan air mata *buaya* pada saat menontonnya, walopun memang ada beberapa scene yang juga bikin tenggorokan gw sedikit tertahan tapi gak seseru di Kuch Kuch Hota Hai.

Kalo mengharapkan lebih dari pelem ini kayanya gw cuma mengambil satu makna deh, "bahwa setiap manusia itu hanya dibedakan menjadi 2, manusia yang baik dan manusia yang buruk. Jangan melihat agama, ras, ataupun keturunannya"

Untuk awalnya juga gw sedikit bingung karena plot dari pelem ini ternyata maju dan mundur, ada saat si Rizvan menceritakan kejadian yang lalu, dan ada juga kejaidan yang saat ia alami.

Untuk segi akting baik untuk Kajol dan SRK sangat baik malah menurut gw, Kajol yang tampil baik saat ia harus meratapi musibah yang dialaminya, sedangkan SRK sangat baik ketika harus terus menggunakan akting dari penyakit "Asperger Sindrome" nya.

Mmmmhhhh,,, 3 bintang cukup sepertinya untuk pelem yang tidak ada tarian di pohon walopun tetep pake nyanyi tetapi tidak joget.

1 comment:

Ratusya said...

ow.. gitu ya ceritanya.. jadi pengen nonton.
salam kenal yaa.. dari bekasi juga ya?
kemaren ikutan amprokan juga gag?