
Bener gak ya kira2 begini : ”apa pun yang kita tulis, kita harus merasa bangga dan berbahagia telah berhasil menulis. Menulis itu indah.”
Sejak umur sudah memasuki masa pembelajaran pastinya kita diingatkan untuk menghafal ke-26 huruf-huruf yang ada oleh orang tua kita maupun guru2 kita di sekolah. Sedikit amazing bahwa ke-26 huruf itu bisa membuat sesuatu yang indah dan berharga. Namun, coba lihat, apa pun yang ada di dalam benak kita, kita dapat menunjukkan (menuliskan)-nya meski beberapa di antaranya harus dituliskan dengan sangat susah payah, karena tidak tahu bagaimana memulainya.
Tentu saja, menulis tidak hanya sekadar sebuah permainan ajaib, Kejaiban menulis juga dapat mewakili sebuah hal yang sangat dalam yang sedang dipikirkan oleh kita sebagai mahluk yang berstrata. Jika perasaan itu diwakili oleh warna, maka warna gelap yang mewakili perasaan tadi yang tidak bercahaya akan berganti cahaya berwarna-warni meskipun warna hitam tadi sulit untuk hilang.
Namun, bagaimana jika perasaan itu tidak dapat diwakili oleh warna? Apakah ia bisa diwakili oleh kata-kata? Ya, bisa meskipun betapa sulitnya perasaan itu dikomunikasikan. ”Saya lagi bete.” Kata ”bete” adalah sebuah wakil yang sah atas keadaan seseorang yang lagi tidak ”nyaman” atau perasaannya "sedang emosi" dengan sesuatu yang sedang dilakoninya. Sementara itu, ”Saya lagi bergairah,” *bagus gak ya analoginya* dapat mewakili sebaliknya. Dahsyat bukan, kata-kata yang dituliskan untuk menunjukkan perasaan itu? Apalagi bila yang mengungkapkan kata-kata tersebut adalah yang berasal dari dunia lain.
"gw tahu, sekarang orang gemar mendengarkan dan membaca lagi, dan mencoba mengulanginya sendiri diam-diam. Namun bila tak ada, betapa rugi."
"Sebab, mereka tak akan pernah mengalami sebuah dunia pengalaman yang menggetarkan ~yang mungkin tak akan membuat kita jadi lebih pintar atau hebat~ tetapi bisa mengukuhkan kita kembali dengan kehidupan".
”Puisi dan buku bukanlah rangkaian kata-kata elok, bukan rumusan-rumusan petuah dan kearifan. Puisi dan buku adalah persentuhan antara kita dan dunia luar, antara kita dan kegaiban yang besar, antara kita dan kita ~sebuah kontak yang ada dalam kata-kata seorang penyair~ sederhana seperti menyanyi”.

No comments:
Post a Comment