January 15, 2010

Mars Vs Venus

Okeh ini prolog sebenarnya bukan untuk ngebahas buku yang 3 tahunan lalu gembar-gembor yang paling bagus, sampe nyokap n bokap gw gregetan untuk ngebajak gw nemenin mereka keGramed buat baca tuh buku *catet baca bukan beli*. Gw pun sebenarnya pengen baca tuh buku tapi secara mereka udah baca di Gramed, masa gw juga ikut2n baca.


Aniwey, Mars Vs Venus yang gw ambil sebagai judul ini tiba2 merangsak ke membran2 otak ketika pasangan menceritakan 2 kasus temannya yang sedang patah hati secara bersamaan dan dalam waktu yang bersamaan pula.

Sebutlah 1 wanita ini berinisial D, wanita D ini memang baru dan sedang hot2nya menjalankan hubungan mereka yang masih seumur jagung pastinya kurang lebih sekitaran 3-4 bulanan degh kalo gw gak salah mengingat. dan kemarin gw dengar kabar dari cerita pasangan kalo mereka baru aja break dengan alasan si prianya "gw lagi kangen sama kesendirian gw, lo jangan ganggu2 gw lagi ya...". Itu yang gw tangkep dari cerita pasangan tentunya.

Lain lagi dengan temannya yang berinisial R, wanita R ini baru akhir tahun kemarin mencoba melangkah maju dengan seorang Pria yang mirip sama drummernya Blink 182 *itu kata si wanita* sedangkan gw dan pasangan juga belum pernah ngeliat tuh cowo. Okelah setelah mulai menjalaninya tiba2 egh tiba2 berubah secara 180ยบ alhasil teman pasangan gw ini langsung kebakaran jenggot dong *secara si R ini jg gak ada jenggot*, malah ada satu momen dimana si Laki2 ini sakit dan si R dateng ke rumahnya untuk ngejenguk, malah si R di usir dengan cueknya oleh si cowo ini. Dan akhirnya kemarin pula pasangan gw mendapatkan 2 cerita dari temannya itu dengan suara yang sesenggukkan kalo mereka b2 sedang "broken heart" *gilaaa keren gak tuh kata2 terakhirnya*

Nah Preambule diatas yang gw suguhi, sekedar untuk mengingatkan tentang kata2 Mars Vs Venus di buku yang belum pernah gw baca itu, okelah gw belum pernah baca tuh buku tapi sekiranya gw tau dari arti maksud judul itu buku. Memang kali Lelaki itu di ibaratkan dengan planet Mars yang katanya planet ini penuh dengan ke egoisan, kesombongan dan keangkuhannya serta penuh lohika. Sedangkan wanita itu di ibaratkan dengan planet Venus yang penuh dengan kecantikan, keras kepala, penuh perasaan de el el.

Walopun gw juga beloman baca tuh buku Dr.Gray tapi setidaknya apa iya lelaki itu memang selalu punya sikap Mars atau mengada-adakan sikap Mars dan menutupi sifat Venusnya, begitu pula sebaliknya wanita mengutamakan sikap Venusnya dan menutupi sifat Marsnya. Gw sih gak yakin kalo LAKI2 itu adalah Mars, gw pun merasa bukan Mars sejati yang SELALU berfikir logika, yang SELALU taft menghadapi masalah, yang SELALU mendengarkan musik2 keras, yang SELALU dan SELALU berjumawa di mata Venus.

Dan wanita pun gw yakin bukan Venus banget, mereka juga gak SELALU berfikir dengan perasaan, SELALU menggunakan ungkapan untuk menyampaikan, SELALU menangis saat ada masalah, SELALU histeris saat ada SALE 99% *tapi kalo diskonnya segede itu gw juga mau yak*. Ya whatever itu ungkapan bahwa Man from Mars dan Women from Venus lebih tepatnya di artikan sebagai si Lelaki ato Wanita yang sok ini harus mengerti sisi lain dari dirinya sendiri, dan berusaha mengerti pasangannya! That’s all. Mengerti dengan kata-kata yang tulus itu dapt didengar oleh orang tuli dan dapat di lihat oleh orang buta.. *oohh so nice yak kata2 gw, bijak beeuudd*

Melihat dan meninjau dari 2 kasus temannya pasangan gw, gw mau ngebahas aaaah tentang mereka sambil melirik tentang Mars Vs Venus. Masuk kedalam sisi Dewasa, sebenarnya diantara Laki-laki dan wanita siapa sih yang lebih dewasa dalam suatu hubungan??

Suatu hubungan itu memang dilihat manis-manis kecut, manis kalo lagi dateng kanegn dan gombal2nya. Tapi kecut pas lagi dateng egoisnya masing-masing, gak bisa dipersalahkan gw egois atau pasangan gw yang egois tapi riview lagi kita menjalani suatu hubungan itu pasti ada maksud dan tujuannya kan kalo suatu hubungan adalah jalan untuk membangun 1 atap diatas 2 perbedaan maka pada saat menjalankannya nanti itu bukan menjadi suatu hal yang dapat diributkan kembali.

Ya, ambil contoh aja deh hubungan gw dan pasangan secara gw gak pernah baca buku pak Dokter itu. Kadangssering gregetan ma si bunda kalo lagi dateng sensinya, gw tetap stay cool karena lagi2 tujuan dari semua ini itu apa.Walaupun kadang juga meledak karena gak tahan. Seringkali cuma gara gara masalah kecil.

Misal :

Bunda : Pas saat pulang kerja dan capek karena kerjaannya, dia cuma mesem dan kalo ditanya seadanya aja. Dan di saat yang bersamaan gw ngajak dia pergi kemana gitu *pergi dengan wajah lesu*.

Gw : Kalo emang kamu capek dan gak mau pergi kenapa gak ngomong? aku pikir kamu mau nemenin aku, dan jadiah pertengkaran.

Bunda : disaat lagi sedih dan punya masalah dia bisanya cuman diem dan nunjukin muka yang kaya gini (ditekuk, mata nanar, wajah pias, bibir kering, perut laper..sebenarnya lagi ada masalah ato gara2 OD yak?:-))

Gw: Kalo kamu punya masalah ya certain aja. Kalo kamu diam bisa aja aku berpikir kamu lagi pengen sendiri atau gak mau di ganggu, ya kan...

Bunda: "Maaf ya merepotkan kamu terus.."

Gw : kata-kata yang sebenarnya menghargai dan ucapan terima kasih kadang2 bikin gw meradang, kenapa karena apa yang gw lakukan tu semata-mata bukan karena mencari muka atau apa, tapi lebih dikarenakan gw tulus memberikannya.

Ya itu hanyalah segelintir contoh kecil yang selalu gw lewatkan dengan pasangan, ini belum di tahap nanti pada saat kita menikah, pastinya hal-ha kecil saja bisa menjadi batu sandungan untuk mencerai beraikan suatu pernikahan.

Bukannya ada perumpamaan, bahwa "sepeda motor itu jatuh bukan karena batu besar, tetapi karena kerikil kecil".

Intinya adalah bagaimana pada akhirnya kita bisa meminimalkan perselisihan, mengurai permasalahan dan yang pasti mempertebal kesabaran he..he..

Ada beberapa film yang bisa gw bilang itu menjadi spirit gw buat ngejalanin hubungan ini dan seterusnya nanti, film2 ini mungkin bisa buat inspired kalian, seperti :

1. Marly and Me

2. Blind Dating

3. Perempuan Bekalung Sorban

4. Ayat-ayat Cinta

5. Just Married

Sekarang bukan lagi saat mengatakan apa yang gw mau, tapi coba dengan apa yang kita mau dari hubungan ini, komunikasi yang 2 arah bisa membuat kita saling memahami. Yang gw maksud di sini bicara secara dewasa, ungkapin apa yang mengganjal dan apa yang disukai atau tidak disukai dari perilaku pasangan. Syaratnya juga kita harus mendengarkan dan belajar memahami jalan pikiran pasangan kita.

Jangan cuma mendengarkan tetapi tidak memahami..

Jangan cuma memahami tetapi tidak mengerti dengan hati..

Dan jangan cuma mengerti dengan hati tetapi tidak menjalani..

Gw mengambil hikmah, sebesar apapun kekesalan kita sama pasangan, emosi yang kadang ditahan, sedikit bisa mereda bila kita berpikir bahwa kita memang mencintai dia dengan segala kelebihan dan kekurangannya, bahwa Tuhan telah mempertemukan kita untuk mengarungi kehidupan, bahwa kita telah memutuskan menikah atau akan menikah dan bersumpah atas nama Ya Rabb.

Mungkin kata-kata gw standard abies, tapi kalo kita mau mencerna memang itulah intinya. Ingat lagi tujuan kita hubungan ini untuk apa, ingat lagi kenapa akhirnya kita memutuskan menjadikan dia pasangan kita saat ini dan seterusnya nanti ingat lagi bahwa Qada Allah adalah yang terbaik buat kita (dan Allah tidak pernah salah).

For information, setiap sholat gw selalu berdoa agar hubungan ini berjalan selamanya hingga menjadi mawadah, sakinah, warahmah (amien). Memohon doa untuk kesabaran kita berdua dan memohon agar selalu diberi jalan keluar di setiap permasalahan.

Sori ya kalo cerita ini terkesan menggurui. Gue cuma mau shareaj kok, qeqeqeqqeq, pan udah lama gw gak nulis sebijak ini...



regrads,



~r4~

No comments: