August 10, 2008

Jaring kehiLangAn

kemanakah perginya cinta?? kemanakah perginya rindu ?? kemanakah hilangnya harapan....

kosong dalam keramaian yang tercipta,,

seharusnya ku tolak siluet indah yang telah membuat ku harus mendekap kematian yang begitu cepat, kepasrahan itulah yang aku terima dalam kerapuhan jasad ini, kesepian atau kah kesendirian yang saat ini aku alami.

hanya menginginkan sayang yang tulus bukan harus dan dicintai bukan di beri mimpi, ku genggam semua pandangan-pandangan yang membuat ku terus melayang dalam riwayat-riwayat perjalanan waktu. waktu terasa terurai dalam tangis, tawa dan keluh tanpa pernah diri ku mengingkarinya. begitu sangat serpihan-serpihan imaji ku dalam keragaman anugerah ataukah musibah yang sedang mengikat ku begitu rapat dan lekat, menyesalinya ataukah mensyukurinya hingga nantinya kepergian ku hanyalah sekedar tangis, tangis yang gembira karena kehilangan ku, seharusnya itu yang aku nikmati.

betapa alam ku saat ini membuat ku nyaman pada setiap sel-sel yang mengeroposkan tubuh ku dibawah bayang-bayang kematian itu, saat aku tenggelam pada raungan tubuh yang menyilaukan laksana ajab-Nya.

"wanita!! aku menginginkan mu seperti mengharapkan surga-Nya, tapi mengapa dan bagaimana masa indah itu telah menjadi keruh meskipun kamu masih menyapa ku??"

pertanyaan itu tergantung dalam kegamangan hati, tak ada atau tak akan pernah ada jawaban untuk menjelaskannya dalam kekeruhan itu. aku berusaha sekuat tenaga kembali mendekapnya meski hanya sesaat dan sebentar yang menyemangati ku hanya sekedar membuat ku semangat. setiap kali aku maju, mendung yang lebih tebal segera, mendampingi dan mengikuti ku, kesesatan ku, kebingungan ku, kecemburuan ku, keputusasaan ku, pengharapan ku dan kebungkaman ku yang selalu melemparkan rasa ini dalam keterasingan.

ah, lamunan dan mimpi betapa tampak indah cemerlang namun kembali berputus asa dalam kenyataannya.

begitulah ingatan dan cerita ini datang pada keanehan dan kesunyian malam, dimasa yang tidak ingin aku berlama-lama melewatinya, tentang harapan, rindu, keinginan, cemburu dan kematian yang semakin merusak dan menghancurkan plasma-plasma saraf ku. bagaimana cara menjelaskan kesedihan, kepahitan dan keindahan-keindahan buta agar aku terbebas dari rahasia kehancuran pada jaring kehidupan ini.

"oh,,,, kematian" aku seorang diri yang dicampakkan kedalam keindahan yang paling cekung hingga menunggu waktu penjemput ku.

aku terdiam; aku bahkan tak bisa menggerakkan sedikitpun tubuh dan ego ku, saat ini, walaupun bagaimanapun juga, aku telah melihatnya dengan pendengaran ku saat ia menyapa dan memberi ku semangat tentang kematian jasad ku dan kemudian menghilang. aku mengingatnya apakah kamu sekedar imaji ku ataukah nyata, aku merasakan getaran-getaran yang tidak biasa pada ruas tulang belakang ku dan nampak mengisyaratkan bahwa waktu ku sekarang hanyalah pengharap diri mu wanita ku.

wanita, aku sangat mencintai mu
cinta yang ingin menjadikan ku imam mu
wanita, sayang ini memang terlalu
karena sayang yang ingin membawa mu ke surga-Nya
aku hanya menginginkan kamu kembali,
kembali menjadi wanita ku...
meskipun waktu terbatas.....
karena aku,,
karena aku sungguh rindu kamu
kamu wanita  ku....




No comments: