Showing posts with label thest0ry. Show all posts
Showing posts with label thest0ry. Show all posts

August 01, 2012

Kami Bukan Dari Indonesia...

Udara begitu sangat dingin malam ini, tetesan air hujan yang turun bagaikan ratusan ribu benang pancing. Bangunan berbentuk lingkaran yang dinamai Madison Square Theater ini bergemuruh pada t oleh para pengunjungnya, ribuan jamur berwarna-warni bergerombol didepan pintu masuknya. Kotak beroda berwarna kuning hilir mudik melintasi jalan Seventh Avenue 31st -33rd. Kota yang penuh dengan kesibukan dan menjadi simbolis dunia sebagai kota yang tidak pernah mati.

Sebuah Billboard mentereng benderang menampilkan acara yang sebentar lagi akan mengharumkan sebuah negara yang berbeda waktu 12 jam. 7 orang pemuda berusia antara 19-23 tahun telah menjadi topik pembicaraan seniman-seniman dunia, mereka telah membuat satu hiburan yang memukau bagi siapapun karena musik yang dibawakannya. Dan tepat hari ini mereka akan menjadi bagian dari sejarah sebuah Teater yang sangat terkenal di seluruh dunia, teater yang pernah menampilkan pertunjukan tinjo Joe Friezer Vs Muhammad Ali, Rolling Stones, Spice Girl, Michael Jackson, Queen, Justin Bieber dan artis-artis lainnya.

Pertunjukan pun di mulai, dari tampilan pertama mata para penonton sudah di hipnotis, beberapa ada yang terlihat menitikkan air mata, lalu berganti dengan keriangan, berganti lagi dengan kemuraman, dan seterusnya hampir selama 3 jam. Mereka ber 7 hanya membawakan lagu-lagu seperti Sabda Alam, Jembatan Merah, Sepasang Mata Bola, Bengawan Solo, Sirih Kuning, Slendang Betawi, Begadang, Angka Satu, Mandi Kembang, Terajana dan beberapa lagu dari Keroncong, Gambang dan Dangdutan. Dan setelah selesai ke 7 pemuda ini sempat diwawancara oleh salah satu media lokal.

"hay.........selamat datang di Madison Square..."

"haaaaayyyy,,,terima kasih....." jawab mereka bertujuh secara serentak

"apakah kalian berasal dari Indonesia??"

"we aren't from Indonesia"

"but, you know Indonesia??"

"yes, we know Bali.."

"lalu dari mana kalian berasal??"

"saya dan Zona berasal dari Ceko, Brian berasal dari Denmark, A-Ning berasal dari China, Steven berasal dari New Zealand, Hollians berasal dari Jerman dan Roschana berasal dari Rusia.."

"Why do you like about sing and culture of Indonesia??"

"because Indonesia have the uniqe culture and good song.."

"thank you...bye..."

"your welcome,,,bye..."



ps : dapet ide ini ketika makin banyak orang bule yang belajar dan menguasai kebudayaan kita, sedangkan pemuda NKRI ini termasuk gw melupakan sejarah dan kebudayaan bangsa ini.



~r4, 20120801~

Lanjut Booo...

May 31, 2012

Karcis VIP

Kemana perginya para malaikat-malaikat yang menjaga kota ini, ketika sudut kota ini dihujani botol-botol plastik dan telor-telor beraroma busuk. Puluhan jantung berdegup kencang menyaksikan peristiwa ini, degupan suara-suara dari dalam kerongkongan seolah-olah dapat mengalahkan lengkingan ultra sonik sekalipun. Pagi yang baru saja berangsur ke siang menampilkan kebringasan-kebringasan manusia untuk menang dalam melawan yang katanya “iman”.

“Allahu Akbar.........Allaaaaahhhuuuu Akbaarrrrr....... “ teriak gerombolan manusia

“tolak datangnya setan.......tolak datangnya setaaaannn...Allaaaahhuuu Akbaaarrrrr.....”

Lembar demi lembar poster dan selebaran yang menampilkan jadwal konser dirobek dan dibakar, tidak lepas pula foto-foto yang menampilkan wajah sang “setan” menurut mereka juga dibakar dengan meneriakkan nama yang seharusnya diagungkan ditempat yang agung, bukan disetiap acara nama sang Khalik selalu di ikut sertakan.

“kami tidak mau bangsa ini menjadi rusak moralnya.....”

“bangsa ini adalah bangsa yang bermoral, tidak akan mengikuti ajaran-ajaran sesattt...”

“tolaaaakkkk datangnya setan ke negara ini.....Allaaahhuuuu Aakkkbbaarr.....”

Sontak seluruh massa yang bergerumul disana menyahuti ucapan sang Orator,

“Alllaaaahuuuuu....Akbaarrr.............. Alllaaaahuuuuu....Akbaarrr..............”

Akhir-akhir ini memang kota ini sedang dilanda ketegangan yang tiada tara, ketika muncul berita ingin datangnya salah seorang artis luar negeri yang sangat terkenal dengan keeksentrisannya, maka disaat yang bersamaan pulalah ada yang protes dengan kedatangan artis tersebut. Entah apa yang difikirkan oleh si artis tersebut hingga kok ya mau mengadakan konser di negara ini, padahal negara ini adalah negara yang mengedepankan nilai-nilai agama, segala macam bentuk pornografi dan pornoaksi tidak boleh terjadi dinegara ini. Tapi begitulah manusia, yang memang diciptakan oleh sang Khalik ditugaskan untuk membunuh satu sama lain, menjatuhkan satu sama lain, membenarkan dirinya sendiri dan menyalahkan orang lain.

Minggu pagi yang cerah ternyata di isi dengan padatnya jalan ibu kota dengan demo menentang kehadiran “setan” dinegara ini. Satu pihak bilang akan melakukan sweeping besar-besaran ketika konser nanti berlangsung, yang satu pihak lagi akan membubarkan paksa dari dalam karena sudah memiliki karcis gelap, demo menolak kedatangan “setan” semakin marak, bocah-bocah SD pun digadang-gadang memberikan orasi kepada peserta demo yang diliput berbagai stasiun televisi dan media lainnya. Menyeruakan apa yang namanya iman dan moral, semuanya bersepakat untuk menolak kehadirannya. Seorang pemuda menggunakan sorban merah serta menutupi separuh wajahnya dengan berani naik ke mobil pengeras suara dan memberikan orasinya.

“Assalamuallaikum warrahmatullahi wabarrakatu.....”

“Allaaahhhhuuuuuuu...Akbaaarrrrr........” langsung disahuti oleh pendemo yang lain

“siang ini, kami para penerus bangsa ini akan berikrar akan menolak kehadiran “setan” dinegara kita ini, kami akan usir dia dari negara kita yang bermoral ini.....Alllaaaahhuuu Akbaaarrr......” lagi-lagi disahuti oleh pendemo

“negara kita adalah negara yang bermoral, tidak akan mengijinkan penerus bangsa ini dirusak oleh nyanyian-nyanyian pemuja setan, mempertontonkan lekuk-lekuk tubuh yang seksi.....bangsa ini bangsa yang beradat budaya dan beragama. Alllaaaaaahhuuuuu Akkkbbaaarr......”

“siang ini, jika pihak polisi tidak bisa membatalkan konser tersebut, maka jangan salahkan kami jika nantinya ada pihak-pihak yang dirugikan, bagi kami nanti adalah berjihad. Membunuh orang-orang kafir dan darahnya adalah halal bagi kami,,,Alllaaahuu Akkbbaaarrr......”

“tolaaaaakkkkk datangnya setan.....tolaaaakkkkkk datangnya setan........Alllaaahhuuu Akbaarrr....” teriak pemuda itu lagi

Demo kali ini berlangsung cukup lama, secara bergantian para pendemo menyampaikan orasinya untuk menolak kedatangan artis tersebut. Menjelang sore aktivitas demo mulai tidak kelihatan, beberapa pendemo pulang dengan sendiri-sendiri ataupun dengan berkelompok. Pemuda yang memberikan orasi tadi pulang berboncengan dengan temannya, dalam perjalanan mereka terus saja membahas konser dan artis tersebut, seperti tidak ada celahnya mereka seolah-olah bertindak seperti Tuhan yang akan menjebloskan artis tersebut kedalam neraka yang paling bawah, mereka seperti manusia yang berkedok Tuhan.

Didalam sebuah kamar seorang pemuda seolah mengalami kebimbangan dan kekecewaan yang sangat besar, setelah pemberitaan di media massa tadi pagi memberitahu bahwa konser yang bertajuk “Born This Way” harus di cancel dari pihak manajemen artsinya karena kondisi keamanan dan ledekan-ledekan yang terlalu berlebih. Ingin berteriak didalam kamarnya adalah suatu hal yang mustahil, ia lalu mengambil 3 buah CD album dari artis idolanya dan memilih lagu mana yang akan ia dengarkan, lalu ia memasang sebuah lagu yang sedang hits saat ini dan banyak di request di stasiun-stasiun radio. Mulutnya ikut menyanyikan lirik-lirik yang sangat natural dan ekspresif, kepalanya ikut mendendangkan irama musiknya, segera ia teringat dan mengambil handphonenya.

“ping !!..”
“tahun depan kita pst nonton konsernya ya....”

                “biar aj orang yg bilang dia setan,”
                “yg psti kita smw bkn pensuci”
                “td pagi kMna, ko g dtng ke FX kumpul sm litle devil”
                “seru lho, temen kita ada yg menang lomba mirip sm mother devil”

“wah seru bgt tuh..”
“sori g bisa ikut td ada urusan sm keluarga”
“mendadak...”

Karcis VIP telah ditangannya, beberapa icon dan perlengkapan sudah ia siapkan untuk acara minggu depan nanti, tapi ternyata konser tersebut di batalkan. Sambil berjalan lesu pemuda ini merapikan segala atribut litle devilnya, lalu ia merapikan sorban merah yang sedari tadi masih terpasang dilehernya.



~r4,20120531~
Lanjut Booo...

March 23, 2012

Anak ku...

(satu)

Anak ku..

Masih ingakah engkau dengan wanita tua renta yang sendiri ini?? Memimpikanmu laksana berharap kepada bumi yang tidak pernah mengeluh berputar mengililingi matahari. Masih sadarkah engkau bahwa wanita tua renta ini masih berpijak didapen rumah hanya untuk menunggumu? Menantikan kedatanganmu ibarat embun pagi yang segar mengiringi kicauan burung diatas ranting pohon itu. Masih adakah engkau menyimpan semua kenangan-kenangan mu bersama wanita tua jompo yang masih ingin bertatap mesra denganmu? Sesak dada ibu ketika kepingan – kepingan waktu masih terus menyala untuk sekedar membuat ibu tersentak bangun dan bergegas hanya karena tangis rengekmu saat kecil dahulu.

“jangan lupakan ibu sendiri disini nak, pergilah kejarlah cita-cita mu…”

Rumah ini makin sunyi sepeninggal ayahmu, lelaki yang selalu menemani ibu selama 60 tahun harus pergi untuk selama-lamanya. Ibu sendiri nak saat ini, ibu rindu denganmu, pulanglah barang sejenak menemui ibu, bercerita tentang kota besar disana, bergumam tentang tingkah laku istrimu dan cucu-cucu ibu yang lucu-lucu itu. Nak, ibu tau sebentar lagi ajal akan memanggil ibu, setiap orang rasanya tau mereka akan mati, tapi rasanya ibu masuk kedalam orang yang masih belum ingin cepat mati, karena ibu masih mengharapakan kedatanganmu menemui ibu barang sejenak.

Sesungguhnya nak, selain kamu siapa lagi yang ibu miliki didunia ini, engkaulah satu-satunya keluarga, pondasi dan landasan kokoh bagi ibu. Tanpa teringat wajahmu, tanpa tertulis tawamu, tanpa apapun tentang dirimu niscaya ibu sudah punah dari bumi ini. Nak, pulanglah atau memang engkau telah lupa dan tak ingin menemui ibumu.

(dua)

Anakku…

Berharap bahwa kau akan pulang membuat jantung ibu selalu berdegup kencang, ibu sudah menyiapkan sayuran-sayuran yang ibu petik dikebun belakang dan lauk pauk kesukaanmu, semuanya tinggal ibu olah menjadi masakan kesukaan mu, yang membuatmu bisa mencentongkan nasi berkali-kali. Hari ini entah bilangan bulan yang keberapa sejak kamu meninggalkan ibu untuk merantau dikota besar, kota yang katanya memberikan kehidupan yang lebih layak dari didesa, kota yang sepertinya penuh dengan bintang gemintang kehidupan mewah, dan kota yang telah membuatmu lupa untuk sekedar menanyakan kesehatan ibumu, lupa untuk mengecek apakah ibumu masih ada atau sudah tinggal nisan namanya, kamu lupa nak, bahwa ibumu ini selalu mengunggu kepulanganmu.

Ibu menulis surat ini bukan maksud untuk membebani kamu, untuk datang dan membawakan hasil dari kesuksesanmu dikota sana, ibu merasa tak berhak menikmati andil dalam kesuksesanmu, meskipun aku ibumu. Tak pernah dalam pikiran ibu untuk menagih atas jasa seluruh pengorbananku, mengganti popokmu saat kamu mengompol dimalam hari, mengajarkanmu selalu menggunakan tangan kanan untuk yang baik, menitahkan kakimu untuk berjalan, membimbingmu untuk melakukan kebaikan, bahkan merestui kepergianmu hingga saat ini yang tidak pernah kembali. Aku adalah ibumu, bukan orang yang menyewakan rahim lalu menagihnya saat kamu desawa dan sukses kelak. Tulisan ini bukan ditujukan agar kamu mengerti akan penderitaan ibu, nak. Ini bukan penderitaan, tetapi pengorbanan ibu untuk kebahagianmu, bagi ibu cukup melihat kamu tumbuh besar, dewasa, mandiri serta dapat membedakan mana tangan kanan dan mana tangan kiri, maka ibu bagagia.

Nak, senyum ibu tak akan habis barang sedikitpun, meskipun airmata ibu telah mengkristal menunggu kedatanganmu dari keriangan menjadi kesunyian. Nak, pulanglah atau memang engkau tidak niat untuk pulang dan lupa memiliki seorang ibu.

(tiga)

Anakku…

Hari-hariku semakin sepi, kesepian batinku telah memuncak. Sepi, siapa yang tahu akan sepiku? Tak ada, jangankan orang lain, engkau saja, anak darah dagingku sendiripun tak pernah tau akan sepiku ini. Sore ini, entah sore keberapa aku menuliskan surat kepada mu, wahai anakku. Masih saja ibu rela untuk menyia-nyiakan waktu untuk menunggu kepulanganmu, selalu saja jemari tangan ibu rindu untuk mengungkapkan keinginan memintanmu untuk pulang, meski kamu tak pernah membalasnya. Sampai kapanpun ibu harus menunggu kamu pulang, nak? Sampai kapan, ibu kangen kamu, anakku..



~r4,20120323~
Lanjut Booo...

March 15, 2012

Aku Pelacur,,,

Nama ku Rena, dan aku adalah seorang pelacur, oh tidak kata pelacur sudah sangat jarang dan lama tidak digunakan di tahun 2012 ini, mungkin jika aku hidup dijaman kolonialisme aku akan disebut sebagai wanita sundal, hingga akhirnya aku mendapatkan predikat sebagai Pekerja Seks Komersil. Aku lebih suka dengan panggilan PSK, karena itulah mata pencaharian ku, kata pelacur, sundal, perek dan lain sebagainya lebih kepada memojokkan aku, yang sebenarnya aku juga suka dipojokkan,,hehehe.

Tapi jujur pekerjaan ku ini sebenarnya membantu para istri-istri para pria penuh gairah seks tersebut lho, bagaimana tidak. Setiap lelaki yang menjadi langgananku pasti mengeluh dengan keberadaaan istrinya yang lebih “agresif” ketika menyelesaikan pekerjaan kantornya dirumah, lebih “berani” saat bosnya menyuruh datang dihari libur kerjanya, atau lebih mencapai “klimaks” dan “orgasme” saat berhadapan dengan gagang penggorengan maupun terong, timun dan benda-benda sejenisnya di dapur. Tetapi saat sang suami menyentuhnya kata-kata keluhan “aku capek mas, maaf” lebih sering terurai atau ketika melayaninya pun tidak dengan sepenuh jiwa raga, hanya berslogan “istri harus melayani suami” karena takut dosa.

Tapi ya sudahlah, para istri-istri itu lebih senang menghina-dina diri ku dibandingkan harus mengintrospeksi dirinya sendiri. Aku menggeluti pekerjaan ini sudah hampir 13 tahun dan selama itu aku sudah naik kelas dari amatir menjadi super professional, dari yang harus melayani permintaan supir-supir truk diatas kursi truk yang super sangat gak enak, permainan cepat di kostan mahasiswa karena takut ketahuan ibu kost yang galaknya melebihi banci yang dikasih uang logam Rp 500an saat ngamen, blow job diantara tikungan-tikungan di jalan tol arah ke bandara Soekarno-Hatta, hingga aku menargetkan diri ku adalah untuk lelaki-lelaki yang bernominal diatas Rp 10 juta. Dulu aku masih ingat dengan serbuan nyamuk dan beringasnya para satpol pp ketika melakukan razia, tapi sekarang melalui managerku aku tidak perlu lagi membawa lotion anti nyamuk atau melepas high heels saat penertiban tiba.

Sebagai PSK, aku adalah wanita yang sadar akan pentingnya kesehatan dan resiko atas pekerjaanku ini, makanya setiap para tamuku harus mau dan wajib mau menggunakan kondom ketika mengukur dan menggarap setiap jengkal tubuhku dan nyatanya mereka suka-suka saja dan malah tetap terpuaskan dengan layananku ini, karena tag line yang aku buat ke pelanggan-pelanggan ku adalah “tidak puas, uang anda kembali dan full service”. Aku tidak ingin mati dengan lebih hina karena mengidap penyakit kelamin, tak masalah nama ku jelek yang penting tubuhku tidak ikut rusak. Apa aku bahagia, aku akan menjawab 110% “aku bahagia”, aku bisa menafkahkan adik-adikku hingga bersekolah, 2 adikku sudah masuk ke perguruan tinggi negeri di Solo. Yang satu sedang skripsi dan yang satunya lagu baru ditingkat awal. AKupun bisa menyekolahkan anakku yang semata wayang hingga sekarang duduk dikelas 2 SMA, Angel sebutlah nama anakku seperti itu, ia aku titipkan diteman dekatku semasa kuliah dulu, aku mengunjunginya setiap 2 minggu sekali. Belum saatnya ia tahu profesi ibunya yang kotor ini, biarkan ia tetap menjadi malaikat bersihku yang selalu mengingatkanku atas dosa-dosa ini.

“gimana tadi pelanggan baru kamu??” Tanya managerku.

“orangnya baik, gak neko-neko, gak perlu pake pemanasan, maunya langsung enak…” jawabku sambil meneguk segelas air putih dingin.

“besok kamu sudah dibooking sama pak Azis ya, jam 3 sore di Ritz Carlton…”

“aku gak suka dengan pak Azis, dia kasar dan memperlakukan ku seperti sampah, lagian besok aku mau nengok Angel…” tolakku halus.

“gak bisa, dia sudah membayar full semuanya. Jangan bikin alasan yang tidak-tidak, pak Azis itu baik orangnya…” jelas managerku ini.

“tapi si Angel gimana, minggu kemarin aku sudah tak ketemu, gara-gara tamu baru..”

“kau seperti ini juga untuk Angel kan….” Kilahnya

“seharusnya bukan aku, tapi…..”jawabku yang dipotongnya langsung

“tapi,tapi apa? Gak usah kau mencari gara-gara. Sudah bagus dengan begini Angel bisa sekolah, kedua adikmu bisa kuliah, dan biaya orang tuamu dulu….” Bentaknya.

“oke,oke…stop, gak usah di ungkit-ungkit lagi, besok aku akan melayani pak Azis dengan kedua mulutku, biar kau mendapat untung yang berlipat-lipat”

Akupun segera masuk kekamar dan mengirimkan pesan singkat ke anakku tersayang, beralasan kalau besok ibunya belum bisa menengoknya karena ada pekerjaan yang penting. Semoga anakku bisa mendoakan dan mengurangi dosa-dosa ibunya ini kelak saat aku sudah berliang lahat. Aku seperti kerbau yang dicocok hidungnya, harus melayani para langgananku, melayani nafsu para lelaki yang seharusnya disalurkan ke istri-istri mereka bukan kepada wanita sundal macam aku. Jika sedang seperti ini rasanya nangispun tak ada guna, hatiku tersayat-sayat menikmati apa yang aku kenakan semua ini adalah absurd dan palsu, tak ada ketulusan dan kesucian yang menempel disekujur tubuh ku, hingga lelaki itu datang tiba-tiba.

Keesokan harinya setelah melayani pak Azis, ternyata manager ku menyuruh datang ke hotel Sultan untuk menemui pelanggan baruku, dalam hati aku bersumpah serapah kepada dia, “lelaki bajingan”,”lelaki bangsat”,”enak aja dia nerima uangnya sedangkan aku harus ber-oral dengan kedua mulutku..”. Tapi aku hanya bisa berserapah dalam hati, toh tetap aku datangi tabu baruku ini. Sesampainya di Sultan, aku menemukan lelaki yang beda dari tamu-tamuku sebelumnya, ia masih muda mungkin seusia dengan ku, dari luarnya ia tidak seperti lelaki Jakarta pada umumnya, tatapannya teduh, sperti melindungi dan membuat nyaman. Ah, itu bukan urusanku, kewajibanku adalah membuatnya puas dengan tangan, lidah dan juga vagina ku.

Panggillah dia Rendra, awal pertama kali bertemu, aku sama sekali dibuatnya istimewa, mengajakku makan terlebih dahulu dan ketika sampai dikamar bukannya langsung menerkamku tetapi ia hanya bercerita tentang kehidupannya saja. Dengan ditemani bergelas-gelas wine, ia sama sekali tidak menyentuhku, awalnya aku marah tapi kelamaan akupun melunak dan malam itu kamu berdua habiskan dengan bercerita satu sama lain.

Ini adalah bulan ke 3 dan pertemuanku yang ke 20, aku menghitungnya karena sampai saat ini belum pernah sekalipun ia menjamahku, tetapi malam ini ketika aku mengetahui bahwa ia membooking ku lagi, aku berniat untuk melayaninya, aku tidak mau sampai bermain hati dengannya. Siapa yang tahu, lelaki itu semuanya berengsek, hanya awal-awal saja ia dapat menjelma seperti dewi Aphrodite tapi saat sudah mendapatkan yang ia mau, seketika berubah menjadi dewa Ares. Pertemuan sore inipun selalu diawali disebuah restoran, untuk berbincang-bincang santai sambil mengisi perut, kami laksana pasangan suami istri yang sedang menyantap makanan dengan romantis. Jujur dalam hati aku terpesona dengan lelaki ini, namun kehidupan dan masa depan anakku lah yang menutup segala perasaan yang aku alami ini.

“Rena, maukah menikah dengan ku…?” pertanyaannya itu membuatku menjadi patung, waktu seolah-olah berhenti sejenak.

“Ren, aku serius, aku kan menghidupi kamu dan Angel dengan cara yang halal”

Aku hanya bisa diam terpaku diatas ranjang ini, baru malam inilah Rendra akhirnya bersetubuh denganku, dan sangat ku akui bermain seks dengannya membuat hidupku kembali berarti sebagai seorang wanita.

“jangan ngaco kamu, kita hanya sebatas peluh yang telah mengering diatas tubuh kita masing-masing..” jawabku singkat

“aku serius, dan sangat serius Rena, aku ingin menghalalkan kamu…”

“tapi aku pelacur…”

“pelacur adalah masa lalumu, kamu berhak mendapat masa depan..”

“biarkan aku menjadi ayah bagi Angel….” Kata-katanya membuatku tak bisa beranjak dari ranjang ini, Angel adalah permata indah ku dan hanya Rendra yang berkata seperti itu, bukan orang itu yang hanya menginginkan vagina dan keringatku.

“aku tak bisa…..”

“apa kamu mempunyai hutang yang besar terhadap germo mu itu??”

Aku hanya terdiam.

“jawab Ren, berapa total hutangmu kepada germo sialan itu, nanti aku yang lunasi…”

“ini bukan masalah hutang…” jawabku pelan

“lalu apa..??” tanyanya penuh harap

“germo yang kau maksud adalah suamiku, ayah biologis Angel..”

 

~r4,20120315~

*inspired by real story*

Lanjut Booo...