Showing posts with label tHe sToRy. Show all posts
Showing posts with label tHe sToRy. Show all posts

February 05, 2011

Guru ku, Pelacur ku !!!

“assalamualaikum…..”

“waalaikumsallam……” sahut anak-anak serempak

“pa kabar kalian pagi ini, kayanya mukanya seger-seger semua nih….” ucap sang guru

“seger lhaaaa pak, wong ada yang baru jadian tuh dipojokan…” celetuk anak berambut gimbal pendek

“yeeeeeee…..sirik luuuuu….” sahut sang anak yang di ledekin

10 menit berselang setelah memanggil nama anak satu persatu sang bapak segera mengumumkan materi yang akan diberikan ke murid-muridnya pagi ini, materi pagi ini lumayan seru dan sepertinya bisa membangkitkan emosional dan keingintahuan siswa untuk belajar.

“kali ini bapak mau ngebahas soal dosa aahhhh…..”

Suasana hening saat materi tentang dosa disampaikan oleh sang bapak guru, anak-anak sepertinya sangat tersentuh dengan apa yang disampaikan oleh gurunya, masing-masing dosa diperlihatkan apa ganjaran yang akan ditimpanya, hingga pada sesi tanya jawab dan penugasan.

“ada yang mau ditanyain soal materi dosa kali ini nggaaakkk…”

Heniiinnggg…..

“pak, menurut bapak dosa yang paling di ijinin buat kita lakuin apa pak….??” Tanya seorang bocah kurus di pojokan

“huuuuuuuuuuuu,,,,” sorakan kompak dari seisi kelas


“eh Ji, yang namanya dosa ya mana boleh dilakuin lha….” Tukas Lia

“huuussssstt,,,gak boleh gitu yang namanya bertanya ya boleh-boleh aja…” sergah pak guru

“hhhhhhmmmmmmm,,,dosa yang boleh dilakuin ya,,,,kalo bapak spesifikkan lagi, kira-kira bapak akan tanya seperti ini deh….”

“seumur kalian kira-kira dosa apa yang ingin kalian lakukan….tuh contoh-contoh dosa ada dipapan tuliskan….”

Suara bisik-bisik mulai meramaikan suasana kelas, dari meja depan sampai ke bangku paling belakang terutama anak-anak laki mulai tersenyum-senyum nakal, namun gak ada satupun yang berani menjawab hingga si anak kurus tadi kembali menjawab.

“ML paakkkk……..” dan kelaspun menjadi gaduh oleh suara ketawa dan teriakan anak-anak

“okeee..ooookeeee…..tenang dulu….” Dan kelaspun kembali tenang

“bapak udah menduga terutama bagi kalian anak laki,,bapak gak menyalahkan itu kok, di umur kalian yang sekarang pasti hormon seksualitas kalian sedang meninggi dan disitulah kalian mulai tergoda sama sebuah bentuk badan dari lawan jenis kalian….”

“blaaaa…..blaaaaaa….blaaaaaa……” lanjut sang guru

“berarti pelacur itu bakalan masuk neraka dong pak….” Tanya seorang murid perempuan

“tidak Asti,,inget kita bukan Tuhan dan tidak akan pernah jadi Tuhan, maka kita tidak berhak memutuskan apakah pelacur itu masuk neraka atau tidak….” Jawab sang guru

“lhoooooo kenapa meraka gak masuk neraka pak???” giliran Ahmad yang bertanya

“mereka boleh sangat hina dalam hal fisik dan penampilan, tapi dalam soal hati terdalam siapa yang tahu, apa karena kita tidak seperti itu lantas kita menjadi lebih suci dari mereka, kalau kita pernah mengingat dan tidak pernah melakukan dosa barang seujung kuku barulah kita boleh menilai mereka, namun kalau kita masih ada dosa jangan pernah melakukan itu….” Jelasnya panjang lebar

“nah tugas buat kalian, sebutin deh dosa yang ingin atau yang sudah kalian lakukan….dikumpulkan minggu depan…”

****

“oooohhhhhhh,,,,,,,aaaaahhhhhhh….uuuhhhhmmmmmmmmmm…..”

“uuuuuuhhhhhhh,,,,,,,ooooohhhhhhh….hhhhmmmmmmmmmm…..”

“aasssshhhhhhhhhh,,,,,,,aaaaahhhhhhh….mmmmmmmmmhhhhhhh…..”

15 menit berselang, 2 tubuh yang masih berpeluh ini saling tersenyum dan mengecup bibir masing-masing. Beberapa waktu berlalu sang lelaki segera mengeluarkan dompet dan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk diselipkan diantara payudara sang wanita yang sedang tertidur itu, sambil beranjak keluar untuk kekamar mandi dilihatnya suasana kamar sekitaranya sudah sepi dan jam menunjukkan waktu 02.30. Setelah dari kamar mandi lelaki ini kembali masuk kedalam kamar dan sudah mendapati sang wanita terbangun yang masih menutupi tubuhnya dengan bedcover.

“lu kemana aja sih tumben dah gak nongol lagi???” tanya si wanita sambil menyulut rokoknya

“maklum deh gw lagi sibuk pemantapan biar lulus UN nih, doain gw ya….”

“tenang bukan cuman doa, tapi lu bakalan dapet full service dari gw bonus kalo lo lulus…” celetuk si wanita

“malem ini gw mo tidur di sini aja ya, udah males gw…..”

“terserah lo aja deh….. lo emang pemuas nafsu gw deh” jawab si lelaki sambil menyiumi seluruh tubuh si wanita

“dan lo adalah langganan kedua gw terlama, setelah seseorang itu,,,,,” ungkap si wanita

Sunyi senyap….

“lo lagi ngapain sih…..sini aja maen lagi yuuukkkk, bonus buat lo malem ini….” pinta si wanita sambil melancarkan rabaan dan pelukan.

“ntar dulu yaaaakkk, gw lagi ngerjain tugas buat besok nih dari guru gw…”

“tugas tentang apaan sih…..”

“gw disuruh buat tugas tentang dosa yang ingin atau gw udah lakuin sekarang-sekarang ini….”

“tugas mata pelajaran apaan tuh, gurunya siapa??…” tanya lagi si wanita sambil tetap mengerayangi tubuh lawan jenisnya ini

“mata pelajaran Agama, nama gurunya Pak Rama…..” jawab si Ahmad

“Pak Rama Wibi bukan…..?????” tanya si wanita ini dengan kaget

“iyaaa pak Rama Wibi, lo kenal…???” tanya balik si Ahmad tanpa memandang curiga

“eeeghhh……te…temen gw di dunia maya…..” jawab si wanita dengan nada gelagapan dan menutupi kebohongan yang ada.



~r4,20110205 *thanks Yayat Priyatna guru SD Negeri 5 Pondok Ranji for inspiration*~
Lanjut Booo...

December 14, 2010

Aku Lelah,,

“braaaaaaakkkkk…….” pintu tertutup dengan kencang

Setannn,,,,kali ini gw bener-bener capek dengan semuanya,aaaarrrggghhhhhh capek tau kalo kaya gini terus, sumpah apa yang harus gw perbuat dengan kehidupan gw sekarang dan nantinya. Sinting kali ya di umur gw yang sekarang ada aja yang bisa bikin gw pengan balik lagi ke masa gw bayi yang gak ada masalah dan gak ada kewajiban yang mesti gw imbangi.

Anjrrriittttt,,,,Bangsaaaattt….Ah biarlah sudah, kenapa juga gak bisa gw syukuri yang sekarang gw jalanin apa mesti gw jabarin satu-persatu yang mesti gw syukuri, rasanya gak penting juga laaaahh,,biarlah labirin-labirin dalam sel otak gw ini membeku dan mengkristal hingga akhirnya pecah dan membunuh gw.

Pelacur aja mensyukuri hidupnya yang telah memuaskan banyak orang,membuat mereka klimaks hingga tak tertahankan.

Tukang sayur saja bersyukur atas rahmatnya selalu membangunkan orang-orang komplek dengan teriakan khasnya “yyuuuuuuuuuuuuuurrr…..”

Mungkin memang gw aja kali ya yang memang gak patut untuk bersyukur….Ya sudahlah, otak dan perasaan gw udah gak bisa lagi gw kondisikan untuk berfikir normal dan bersahaja, biarlah setan alas ini menggantung segala pengharapan gw ini.

Gw mau mati dan gw lelah…
~r4,20101214~
Lanjut Booo...

June 16, 2009

Terima Kasih Cinta

Kupersembahkan penggalan-penggalan sebuah lirik-lirik dari lantunan nada dan syair yang terangkum memang hanya untuk wanita pasangan ku yang sangat berarti didalam butiran-butiran peluh didalam denyutan nadi ku ini.

Wahai kamu wanita pasangan ku, tiada jeritan yang terlontar dari garis-garis lidah ku selain ucapan terima kasih ku untuk mu,

Mungkin aku adalah lelaki terbodoh,
Mungkin aku hanya ingin membuat mu bahagia, walau aku harap itu bukan asa..

Lagu ini untuk kamu wanita ku, *yang mau donlot tinggal KLIK*

Terima Kasih Cinta

ADA RASA RESAH
GALAU MEREBUT ANGANKU
TIADA KUSESALI TAK JUGA KURAGU
DIHATIKU SEMUA RINDU
TERJALIN HANYA UNTUKMU

DULU TIADA KUPERCAYA
KARENA PERBEDAAN KITA
BUKAN MATERI, JATI DIRIKU
HANYA HASRAT YANG MEMBARA
DAN CINTA YANG TULUS DIHATIKU

TERIMA KASIH CINTA
DENGAN SGALA HARAP YANG TLAH TERCIPTA
JALINKAN DALAM KASIH YANG NYATA
DENGANMU SGALA RESAHPUN SIRNA

REFF
OO.. MARI KITA MELANGKAH PASTI BERSAMA LAGI
DAN MENGENAL ARTI SEBUAH KASIH SAYANG
AH…TIADA JURANG KAN MEMISAH KITA
YANG ADA HANYALAH SEBUAH KISAH
YANG MERENTANG KASIH
TERIMA KASIH CINTA




Lanjut Booo...

July 15, 2008

~~taBiR~~

saat ini aku sedang bodoh atau tolol, sehingga relung2 yang aku rasakan begitu menyiksa dan sangat berat seperti menimpa beban para kuli panggul yang selalu memanggul beras, pasir, semen, dan hal-hal yang begitu sangatlah berat.

kebodohan dan ketololan ini memang sangat lah tipis bila disandingkan para intelektual cinta yang bisa seenaknya memainkan melodi melodrama yang tidak pernah sedikitpun dimiliki oleh ku saat yang lalu, sekarang, dan entah esok.

ketika ini aku baitkan dalam kumpulan-kumpulan tulisan cengeng yang mengharapkan tangan surgawinya kembali menyentuh dan membangunkan aku dari yang namanya jatuh karena kasih dan cinta. mengharap dan terus mengharap bahwa seseungguhnya aku adalah yang terpilih untuk bisa menggenggam sekujur elok dan indah tubuhnya saat sedang berkeluh kesah dengan penat dunianya.

aku bodoh atau aku tolol bahwa rasa sayang ini tetap masih ada untuk seseorang yang pastinya akan aku tunggu hingga ia mau menemaniku dalam langakah-langkah kecil yang akan memainkan sebuah peran kecil dan juga besar untuk sekedar membahagiakannya…itu saja.

jalan suratan takdir yang memang saat ini sangat lah aku benci, benci dan ingin aku hina sehina-hinanya para pelacur jalanan yang selalu mempertontonkan lekuk tubuhnya seolah tidak mengenal yang namananya sebuah ajab tentang sebuah keadilan masa datang.

masihkah ada diri ini untuk sekedar mengganggu hari-harinya yang memang telah melihat sinis kepada ku setiap untaian kata-kata memasuki butiran-butiran hatinya, aku sungguh tidak bisa melepaskan sedetik, semenit dan sejam nafas ku untuk memikirkan tentang dirinya yang selalu membuat ku untuk bisa selalu bersyukur atas dipertemukannya aku dengan dia, tapi itu saat yang lalu, yang mungkin aku adalah pelarian atas hidup dan cintanya yang memang saat kedatangan ku adalah sebuah retrotika jelmaan malaikat putih dan tak bernoda hingga akhirnya aku hanyalah seorang gembel dan pengemis untuk bisa membuat dia kembali kepelukan seorang gembel dan pengemis nista ini.

aku bodoh dan tolol, mana yang lebih baik aku sendiri juga tidak bisa membedakannya, antara kebodohan mencinta atau ketololan menjadi seorang kekasih untuk dirinya. disini aku menanti sebuah asa yang aku sendiri kadang suka lupa sudah berapa lama aku merasakan sebuah pedih dan sakit untuk sekedar mendapatkan kasih sayang. atau aku harus menjera dan menepis sebuah kebisuaan merananya hati tentang ucapan kata cinta.

menangis atau berteriak apakah pantas untuk sekujur badan ini yang berhalunisasi sebagai sosok adam yang tidak akan menangis betapapun perih dan sakit yang ia alami??? entah berapa lama aku akan termenung dan akhirnya gila, atau memang inilah yang aku inginkan untuk menjadi gila dan menjadi absurd tentang nilai-nilai hidup yang tak akan lengkap tanpa cinta.

terjatuh dan tetap terjaga untuk menanti kamu wanita yang mempunyai panggilan sayang ‘wanita oon qu’, bukan untuk membenci kamu, bukan untuk menyakiti kamu, rasa ini benar-benar sakit saat kamu meninggalkan aku sendiri dalam dunia yang nyata dan dunia mimpi yang pernah coba kita ciptakan bersama, atau hanya aku yang memang terlalu pede waktu itu hingga aku tersungkur ketika akhirnya kamu telah kembali ke masa lalu mu……

aku bodoh, tolol, najis, hina, goblok, pengemis dan gembel yang tak tahu diri mengharapkan seseorang wanita yang suci dan hanya menganggap diri ini pelarian, pelampiasan, dan permainan cintanya. bukan, aku yakin ia tidak seperti, saat itu aku yakin ia juga mencintai dan menyayangi aku bukan untuk mempermainkan aku. tapi mungkin karena aku tidak sempurna dan tidak bisa membuatnya bahagia yang mungkin aku sekali lagi harus kembali melihat hitamnya bunga-bunga lili.

aku tetap bodoh untuk urusan yang satu ini, tidak bisa aku berjumawa kepada banyak orang bahwa aku bisa bahagia dengan yang namanya cinta, kadang teman-teman ku selalu bertanya saat ia mengalami keegoisan dalam hubungannya, namun sebenarnya aku lebih tidak pantas untuk memberikan sebuah kata-kata penyejuk dalam hubungan mereka sedangkan aku, untuk mempertahankan seorang wanita dalam pelukan saja aku selalu nol besar.

memang hanya kata bodoh dan tolol yang pantas aku sandang dibelakang gelar keserjanaan ku…

~~wAniTA qU~~

wanita ku selalu ada kasih ku untuk mu

tak pernah sedikit pun akan ku hilangkan

sepenggal malam,,

seberkas siang,

dan menjelangnya sore

aku akan terus menunggu kamu dan memeluk mu

sungguh dan untuk selamanya.

adakah daya ku untuk membuat mu kembali

seandainya aku bisa mati dan dihidupkan

diwaktu pertama aku mengenal diri mu

pastinya saat itu aku akan langsung menjadikan mu

permaisuri dari kehidupan surga ku dan

calon ibu untuk penerus generasi aku dan kamu

melilitkan sebuah janji diatas mihrab dan kalam-kalam Ya Rabbi

hasrat untuk menjadikan mu bukan lagi sebuah sunnah

melainkan kewajiban ku untuk menjaga tubuh mu dan raga mu

dari jilatan-jilatan sebuah panas tentang lidah neraka

wanita ku, cintailah aku bukan karena iba mu

wanita ku, sayangilah aku karena pesona mu

wanita ku, kembalilah karena kamu adalah surga ku

wanita ku, jadikan aku imam mu dalam dunia yang fana ini

karena sungguh aku inginkan kamu karena kewajiban ku

untuk selalu menjaga kamu di dunia dan akhirat kelak.

Lanjut Booo...

July 14, 2008

seNanduNg miMpi

senandung kegelapan kembali bernyanyi dipenggalan mimpi-mimpi yang aku inginkan,, sungguh mimpi-mimpi yang aku inginkan....mungkin kalian tak percaya tapi sungguh setiap malam dipembaringan yang serba indah ini aku hanya meminta untuk tetap bisa mencium dahinya, menyisiri setiap helai rambutnya, menggandeng mesra tangan munglinya, mendengarkan ocehannya, menatap keindahan dalam tawanya, dan keseluruhan dari siluet dirinya meski itu hanya bermimpi dalam rinainya malam hingga yang tersisa adalah senyum kecil ku setiap pagi menjelang.
raut keindahan wajah dari wanita yang sangat-sangat aku sayangi dan selalu ingin aku jaga keindahan tersebut, bukan untuk kebanggaan ku, bukan pula untuk keegoisan tapi untuk nanti diceritakan kepada pendengar-pendengar kecil kita di saat ngantuknya kelak. aku dibentuk ke dunia ini dengan harapan-harapan yang menggelantung dalam ucapan dari pencipta ku, dan sampai detik terakhirkupun asa itu harus tetap ada hanya untuk menanti wanita yang sekarang telah melupakan aku, mungkin....
apakah nanti terlalu banyak harapan akan membuat ku lebih sakit terjatuh??? aku bertanya atau sebuah pernyataan ku.... biarlah jilatan-jilatan waktu yang akan menelannya hingga memang tak ada yang tersisa dalam kesendirian bercinta ini. lilin-lilin kecil kembali menerangi mata ku yang sudah mulai mengantuk, mengantuk dan ingin tertidur dan kembali bermimpi bertemu dan bercanda dengannya..dalam mimpi..
Lanjut Booo...

June 13, 2008

LaeRn L0Ve

Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami.

Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia.

Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.

Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan.


Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka.

Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yang cerah.

Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya.

Dew berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis."

Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis."

Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor"

Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun kujelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV.

Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan? "

Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.


Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama."

Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi.

Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada sesuatu yang harus kukatakan"

Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir.

"Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.

Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa? "

"Aku serius."

Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki- laki!".

Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.

Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.

Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.

Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?"

Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku.

Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya,

"Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu."

Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenanganindah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh.

Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"Wah, papa membopong mama, mesra sekali"

Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," Mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita."

Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana."

Hari keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.

Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.

Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.

Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya,"Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok.

Lalu ia melihat,"Semua pakaianku kebesaran".

Aku tersenyum.Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati.

Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut.

"Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"

Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua".

Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.

Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius".

Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku.

"Kamu tidak demam".

Kutepiskan tanganya dari dahiku "Maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu"

Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak.

Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.

Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan?

Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua..."


Lanjut Booo...

May 02, 2008

baGian maLam ku >>>

" ya sudah........aku memang yang salah..........." Katanya pelan seraya Raya meninggalkannya sendiri dalam restoran yang mewah itu.

Seketika suasana restoran yang tadinya hangat dan romantis berubah menjadi sangat tidak nyaman bagi mereka berdua. Makan malam yang semula direncanakan sangat special ternyata hanyalah kepulan asap semangkuk soup yang sudah tidak terasa hangatnya dan nikmatnya lagi.

Hubungan yang baru terjalin lebih dari 1000 malam itu memang membedakan dua ciri khas Venus dan Mars dengan segala kepribadiannya, saat ini memang secara usia Raka lebih dewasa 3 tahun dibandingkan dengan Raya namun itu tidak menjadi kendala Raka untuk terus menyanyangi wanita yang akan segera ia jadikan bunda dari calon penerus mereka kelak.

"hhuuuuuuufffffffffff............" kepulan asap menthol keluar dari mulutnya yang sedang menikmati tenangnya kolam renang yang berada didalam restoran tersebut.

Kadang pria ini tak habis pikir dengan kesabarannya yang tidak pernah habis meladeni emosi sesaat dari pasangannya tersebut, masalah malam ini dibilang kecil pun tidak dan kalau memang di perinci dari masalahnya sebenarnya seharusnya dialah yang patutnya marah bukan malah dia yang diberikan amarah.
=======================================================================
"makasih ya....................." ucap Raya yang hendak masuk kerumahnya.
"sebentar beibs........." cegah Revo

Pria berkacamata ini memang sampai saat ini memang masih memanggil kata "beibs" kepada Raya, karena antara Raya dan Revo pun pernah menikmati panggilan sayang sejak mereka masih duduk di SMA kelas 1 hingga mencapai waktu yang memang lama sekitar 8 tahun mereka berhubungan dan akhirnya Raya yang memutuskan untuk tidak melanjutkannya.


"Kenapa Vo........"
"ga, ga kenapa-kenapa.....cuma pengen ngobrol aja dulu, leh kan???"
"mmmhhh....ngobrol apaan lagi.....??" tanya Raya
"ya ngobrol aj, ngobrol apa kek........" lanjut Revo
"lho bukannya tadi kita baru makan n nonton, trus biasanya jg YM2n n telp2n.....emang ada apa sih.....??" selidik Raya
"hehehhehe.........y udah deh, masuk sana......trims ya......"
"oke....C U......" Raya pun segera masuk kerumahnya.

"HAAAAHHHHHHH.............." nafas Raya terdengar sangat jelas dalam pembaringannya, lamunannya tiba-tiba segera kembali saat kejadian 10 tahun lalu saat pertama kalinya Revo menciumnya persis sama dengan kejadian seperti tadi.

Lalu ia segera melihat handphonenya, dan ternyata ada sekitar 15 sms dan 30 panggilan tak terjawab baik di GSMnya maupun di CDMAnya, dan kesemuanya dari Raka yang dari teng jam 1/2 5 sore sampai jam 1/2 9 malam yang hanya ingin mendengar kabar darinya.

"kamu dari mana aja Raya, jam 10 baru pulang........" sapaan sang ibu membuyarkan senyum simpulnya
"tadi sore Raka dari sini dan nungguin kamu hampir 3 jam, kamu di telepon ga diangkat-angkat di sms ga dibales-bales.....dari mana sayang..." sang ibu duduk disampingnya

Raya hanya sekedar senyum dan ikut duduk menemani ibunya.

"kamu udah dewasa sayang, ibu hanya bisa mengharapkan yang terbaik dari kamu dan pasangan kamu nantinya, ibu tau kamu lebih lama berhubungan dan Revo dibandingin sama Raka. Tapi selama itu juga kan kamu selalu mengeluh dengan semua, saat ini kamu dan Raka bukan hubungan seperti saat kamu SMA dulu......" sang ibu mencubit hidungnya Raya.
"duhhhhhh...........sakit bu.............."
"ibu cuma pesen, Raka sangat sayang sama kamu dan kamu juga sayang sama dia. Jangan kamu hancurin impian yang sedang kamu berdua bangun hanya karena kenangan masa SMA kamu, jangan bikin sesuatu menjadi kecurigaan. Kecurigaan itu pasti ada bahkan untuk hal yang belum kejadian sekalipun......"
"dduhhhhhhhh........ibu..........mulai deh,,,,,,aku sama Revo cuma temenan bu,itu aja kok................"
"bagi kamu temen, bagi Revo......?"lanjut sang ibu
"uuuhhhhhhhhhh..............tau aaahhhhhh bu.......aku mau tidur......" Raya segera membaringkan badannya dan tidak ingin melanjutkan pembahasan dengan ibunya itu.
"yooo....weeeeiiisss,,,,,,kamu udah besar, hati kecil kamu pasti tau semuanya..."
=======================================================================
Suara bebek menggetarkan handphonenya,
"bunda,aku jemput jam 7 ya....
miss U....."
dengan cepat Raya membalas sms dari prianya ini,
"okeh,,,jgn lp yg wangi y Yah...hehhehe
miss u 2...."

Sunday night, dengan ditemani lantunan dari suara khasnya Sting , Raka dan Raya segera meluncur kesalah satu Resto yang memang sudah di Reserve oleh Raka 2 hari sebelumnya, karena malam yang special ini adalah malam dimana pertama kalinya Raka mengucapkan kata "SAYANG" kepada wanita yang berada disebelahnya.

"Kemarin malam kamu kemana aj bun...??" tanya Raka dengan tetap konsentrasi ke jalan
"aku bis makan n nonton........." jawab Raya tenang,
"beeehhh,pantes di telpon n sms kagak dibales, sama ani n kusuma....."
"oooohhh,,,ehhhhhhh.....iya........" jawab Raya dengan raut muka kagetnya
"kenapa ga diangkat seh telepon aku or bales kek smsna......."
"duhhhhh, mau dibahas nih ceritanya............."
"ya abisnya aku bener-bener di cuekin semalem sama kamu,kasih kabar kek......" ucap Raka dengan nada sedikit kesal
"udahhhhh ahhhhh,,,,,,,aku males deh........."
"iya......iya..........sorryyy.........."
========================================================================
Sang bebek kembali menggetarkan meja makan mereka,
"beibs, kmrn trnyata ntu film kisah nyata loh, ak tdi
bca dkoran.....lg ap??"


Sender:
Revo
+62856234432
Sent:
08:25:19pm
30.01.2008

Raka segera mengembalikan handphone Raya dimeja, saat ini wanitanya sedang berada dikamar mandi, dan entah kebetulan atau memang sudah direncanakan-NYA bahwa ia harus membaca sms tersebut. Raka hanya bisa diam dan diam, genggaman garpu dan pisau untuk mengiris steak di hadapannya ia letakkan begitu saja. Seakan ada sebongkah daging besar yang sudah mendahului masuk sebelum ia mulai memakan steak kesukaannya, daging itu sangat besar hingga membuatnya sangat tersiksa dan tak bisa berucap sepatah pun.

"ko diem aja Yah,,,,,,,"

Sapaan Raya membuyarkan lamunnya,

"udah dari kamar mandinya........" hanya kata itu yang di ucapkannya

Raka mencoba meredam semua hal negatif yang telah masuk kedalam hati dan otaknya, dia mencoba menenangkan suasana dengan berusaha menelan irisan steak dan dinginnya basuhan tropical island yang diminumnya, tapi itu semua belum bisa menghilangkan sebongkah daging yang benar-benar telah membekas di kerongkongannya saat ini.

"tadi ada sms tuh , bun...." seketika ucapan itu keluar dari Raka
"dari siapa Yah.......?" tanya Raya yang tetap menikmati hidangan seafoodnya
"dari Revo........" sepatah kata namun membuat Raya segera memberhentikan kunyahan mulutnya dan mengambil handphonenya

Tiba-tiba suasana sangatlah hening,

"kamu kemarin malam pergi makan dan nonton sama dia, tapi ga kabarin aku??aku sms, aku telpon kamu anggap angin lalu...aku ganggu kali ya....." Raya hanya diam mendapatkan pernyataan seperti itu dari Raka
"aku ga permasalahin kamu keep contact sama dia, kamu masih sering telpon-telponan, di kantor kamu selalu YMn sama dia....aku ga permasalahin itu...."
"aku cuma mau kita saling jujur dan percaya itu aja bun, apa susahnya sih kasih tau aku kalau kamu mau pergi sama dia...Mungkin aku akan ngelarang atau mengijinkan kamu pergi tapi aku tahu terlebih dahulu bun, bukannya sekarang aku baru tahu...dan itupun lewat sms bukan dari kamu" ucap Raka masih dengan emosinya
"kalo emang kamu masih mau ngelanjutin hubungan sama dia ya udah.........." kata-kata itu tiba-tiba terucap dari mulut Raka
"maksud kamu apa.........................." ucap Raya dengan nada keras
"lho ko, jadi kamu yang marah.......???" tanya Raka
"ya maksud kamu apa ngomong kaya gitu, iya emang aku kemarin malam jalan sama dia itupun cuma sekedar jalan aja. kalo kamu telpon n sms karena memang aku ga denger ada sms dan kamu nelpon............."
"iya kalo aku nelpon pasti ga denger tapi waktu kita lagi jalan, kamu denger-denger aja tuh kalo ada telpon dan sms............" balas Raka tidak mau kalah
"emang ga denger AYAAAHHHH........trus kamu ga percaya sama aku..........." ucap Raya sedikit teriak
"aku percaya dan masih percaya, tapi kenapa sih dia masih gangguin hubungan kita dan kenapa kamu..................aaarrrgggghhhhhhhhhhhhhhhh..........tauuuuu lhaaa.....HAAAAHHHHHHHHHHHHHHH............" Raka mengambil nafas panjang supaya emosinya tidak mengakibatkan yang buruk
"ya udah TERSERAHHHHHHHHH KAMUUUUUUUUUUU..........." Rayapun bangkit dari kursinya
"kamu mau kemana.......?" tanya Raka panik
"aku pulang sendiri..........."jawab Raya
"ya udah maafin aku........aku salah..........."pinta Raka
"ga usah, aku mau pulang sendiri..................."kata Raya sekali lagi
========================================================================
Raka segera membayar bill yang memang telah tergeletak sedari tadi di mejanya, ia pun melanjutkan untuk segera pulang dan ingin segera berbaring dan merendam kepalanya yang penuh dengan ketidakjelasan.

Dalam kamarnya Raka benar-benar tidak bisa berpikir dengan tenang, apa memang ia pantas marah dan melarang Raya untuk berkomunikasi lagi dengan Revo, sedangkan ia tahu "semakin kita melarang pasangan kita semakin ia akan melanggarnya". Raka benar-benar tidak bisa memejamkan matanya, kepalanya serasa sangat pusing dan berat ia hanya memikirkan apa Raya akan marah ke dirinya sedangkan dia sudah bisa bersikap lebih ikhlas dan sabar untuk menghadapi masalah yang tadi.

"Ya Rabbi bila memang aku bukan calon suami, imam yang tepat untuknya tolong sadarkan aku dari rasa sayang ini karena aku sungguh dapat menerimanya seperti Engkau menerima segala dosa ku,,,,,"
"Ya Rabbi hapuskan segala emosi dalam hubungan ku hingga kelak aku akan memperistrinya, karena aku tahu sifat ku ini hanya menjadi bumerang bagi niat ku untuk menjadi imam yang shaleh dan tawakal untuk istri dan anak ku kelak...."
"Ya Rabbi ingatkanlah aku di kala egois ini menutupi rasa sayang yang telah ia berikan kepadaku, hingga aku hanya akan mengingat kebaikannya bukan keburukannya. Sperti Engkau yang selalu menerima taubat atas segala dosa ku...."
"Ya Rabbi, Ya Rabbi, Ya Rabbi..........Maafkan aku yang telah berkata kasar kepadanya hari ini......Maafkan khilaf ku yang telah menyakiti wanita yang telah menyanyangi ku dan pilihan-Mu......Maafkan aku......Maafkan aku......"

Setitik air mata membasahi doa yang Raka ucapkan sesaat sebelum ia terlelap dalam malam yang akan menjadi bagian dari malam-malam yang akan ia ciptakan nantinya bersama Raya kelak.
========================================================================
Lanjut Booo...